Bapa Suci Paus Fransiskus menetapkan Hari Minggu ke-lll dalam Masa Biasa sebagai ‘Hari Minggu Sabda Allah’. Hal ini merupakan undangan Bapa Suci bagi kita, supaya makin mengapresiasi, mencintai, dan setia kepada Tuhan dan sabda-Nya. Paus Fransiskus mengharapkan agar kita sebagai satu Gereja memiliki habitus baru dalam hal merayakan, mendalami dan menyebarkan sabda Tuhan. Tugas panggilan kita sebagai Gereja masa kini.
Penginjil Lukas memulai Injilnya dengan menyapa Teofilus yang mulia dan mengisahkan tentang proses pembentukan buku sucinya yang berisikan segala peristiwa yang telah terjadi sesuai dengan kesaksian para murid Kristus. Semua yang diajarkan adalah kebenaran, bukan kata-kata kosong. Penginjil Lukas juga menampilkan sosok Yesus yang penuh dengan Roh Kudus begitu viral di mana-mana. la mengajar dengan kuasa dan wibawa, sehingga dapat memberikan: “Roh Tuhan ada pada-Ku, karena la telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan Kabar Baik kepada orang-orang miskin. la telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang buta, untuk membebaskan orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan” (Luk. 4: 18-19). Tuhan Yesus mengakhiri perkataan-Nya dengan mengatakan, “Pada hari ini genaplah nas ini, ketika kamu mendengarkannya” (Luk. 4: 21 ).
Pengalaman Yesus ini juga pernah dialami oleh Ezra, ketika membaca Kitab Taurat yang membuat semua orang terharu mendengarnya, sambil berkata Amin (bdk. Neh. 8:6).
Sabda Tuhan itu mempersatukan kita semua. Maka, benarlah nasihat Santo Paulus, bahwa dengan membaca, mendengar, dan melakukan Sabda, kita semua membentuk Tubuh Kristus dan masing-masing jadi anggota dari tubuh yang satu dan sama.
Apakah kita setia membaca Kitab Suci?
“Ya Tuhan, bantulah kami untuk setia mendalami dan menyebarkan sabda-Mu.” Amin.
…
Ziarah Batin

