Aku melangkahkan kaki setapak demi setapak, perlahan menjejak. Dalam perjalanan yang terkadang berbatu, terkadang mendaki, dan terjal, menurun, tandus, penuh bunga…
Dalam kondisi itulah aku berjumpa denganmu dan yang dalam perjalanan telah menjadi “kita bersama” dan yang telah membuatku “tidak sendiri lagi menjalani hari-hari hidupku.“
Hidupku menjadi makin kaya sebab kekayaanmu telah mengisi kendi diriku yang tak terisi begitu lama, yang terisi hanya prestasi dan harga diri, materi dan kekayaan duniawi.
Terimakasih para sahabat sejalan hidupku: Uskup, para Romo, para Pendeta, Ustad, para rohaniwati dan rohaniwan, awam dan religius. Yang moslem, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, di manapun para sahabat berada.
Di bagian akhir tahun 2022 ini, Tuhan mau mengajak kita semua berpihak pada rakyat kecil, bukan pada orang ternama. Tuhan mau meminta kita mengikuti jalan-Nya yang berpihak dan membela rakyat kecil, miskin, tertindas dan tersingkir. Apa pun status sosial, profesi, suku, agama, kita harus hadir dan menghadirkan keadilan damai ke tengah dunia, sebagaimana Tuhan Yesus dilahirkan ke dunia.
Ya, DIA sudah lahir ke dunia, melayani dunia dan tugas kita melanjutkan eksistensi kelahiran-Nya sebagai keberpihakan pada palungan, agar kita mau melayani serta berjuang untuk rakyat kecil yang miskin, tertindas, dan tersingkir agar dapat keadilan serta damai.
Selamat Natal untuk para sahabat Kristiani dan bagi sahabat semuanya. Selamat menutup tahun 2022 dengan sebuah keyakinan, bahwa kita telah menjalani tahun ini dengan suka dan duka bersama, dan di atas semuanya kita telah hidup sesuai ajakan-Nya.
Selalu tekun dan setia menjadi pengantar berkat.
…
Jlitheng

