Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Badai pun tak sanggup mengalahkan orang yang lulus dari setiap proses.”
(Motivasi dan Inspirasi)
“Sesungguhnya, menghargai sebuah proses itu lebih penting daripada menikmati hasilnya,” demikian kata-kata emas dalam ranah budaya yang menghargai proses kerja. Bahwa aspek proses itu sebagai akar, jalan, dan tujuan dari seluruh perjuangan manusia di dalam hidup ini.
Belajar Sukses dari Pemuda Cina Kuno
Sekitar 3000 tahun lalu, ada kaum terapung yang membangun rumah-rumah di atas air. Setiap keluarga hidup nyaman di atasnya.
Ketika seorang Pemuda mulai dewasa dan jatuh cinta, dia akan berdiri di tepi panggung rumahnya dan memanggil Gadis pujaannya. Gadis incarannya itu pun akan menyahuti panggilannya. Itulah sebuah isyarat, bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Setelah itu, si Pemuda akan segera membangun jembatan dari rumah panggungnya menuju ke rumah panggung sang jelita pujaannya.
Jika keluarga si Pemuda menyetujui dan menyukai Gadis itu, maka mereka akan bersedia untuk membantu nembangun jembatan itu. Kedua rumah yang telah digabungkan itu akhirnya jadi sebuah keluarga besar.
Suatu hari, seorang Pemuda mendengar sebuah bisikan halus dari cakrawala. Ternyata bisikan itu datang dari seorang Gadis yang rumah terapungnya sangat jauh dari rumah apung Pemuda itu. Keduanya bersepakat untuk mengikat janji sehidup semati, dan menikah.
Namun, keluarga Pemuda itu tidak merestui perjodohan, karena mereka berasal dari kalangan yang berbeda. Pemuda itu bersikeras. Maka, segera dibangunnya jembatan penghubung ke rumah Gadis itu di cakrawala.
Keluarganya lepas tangan, karena calon istrinya itu berasal dari cakrawaka. Mereka lalu menamai jembatan itu, “Jembatan Bisikan.” Selama delapan tahun Pemuda itu membangun jembatan.
Setelah itu, keduanya menikah di atas jambatan impian dan cinta lewat bisikan itu.
Pada tahun berikutnya, turunlah badai yang sangat dasyat dan menghantam daerah kaum terapung. Seketika itu, musnahlah rumah-rumah kaum terapung. Namun, jembatan bisikan itu, ternyata tetap kokoh terbentang.
(Kornelius Sabat)
Chinese Inspirative Stories
Amanat dan Makna Esensial dari Kisah ini
Lewat sebuah inspirasi kisah dari negeri tirai bambu, China ini, kepada kita disodorkan bekal hidup berupa, “makna dan amanat esensial,” yakni “marilah kita menghidupkan spirit dari budaya menghargai proses kerja.”
Suatu pondasi bangunan yang ditanam kuat dan tertanam dalam, tentu membutuhkan waktu, kesabaran, serta ketekunan lewat suatu proses kerja. Lewat cara ini, bangunan itu jadi kian kokoh dan tak mempan dihajar badai dasyat sekalipun.
Ya, untuk meraih sesuatu yang berkualitas itu dibutuhkan waktu, pemikiran, dan anggaran yang tidaklah sedikit. Lewat konteks ini, kepada kita disodorkan sebuah misteri, ialah pentingnya budaya menghargai sebuah proses. Untuk segera hindari budaya instan dan siap saji itu!
Bahkan secara filosofis ditanamkan sebuah tekad, bahwa “Badai dasyat itu tidak akan pernah mengalahkan orang yang lulus dari setiap proses yang harus dia lalui.”
“Bukankah selalu ada pelangi sehabis hujan?”
Kediri, 26 Agustus 2025

