Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Jangan kuatir Pak, putri anda telah melunasinya lewat ketulusannya.”
(Amanat Kearifan Hidup)
Kisah inspiratif berikut ini, kiranya mampu mendidik sang manusia, agar kita belajar untuk bersikap tulus dalam kehidupan ini.
Di suatu pagi, seorang gadis kecil diam-diam memecahkan celengannya, lalu ia ke luar lewat pintu belakang rumahnya.
Didatanginya sebuah apotek dan ia bertanya kepada si pelayan toko.
“Maaf, apakah di sini dijual sebuah mukjizat. Jika ada saya akan membelinya, karena Adik saya sedang sakit keras.”
“Oh maaf, Dik, di sini tidak dijual mukjizat itu.”
“Oh ya, tapi, di mana tempat orang menjual mukjizat itu?”
Tidak jauh dari tempat itu, ada seorang pria tua yang diam-diam turut mencermati dialog itu.
“Apa yang sedang kamu perlukan, Nak,” tanya pria tua itu.
“Aku ingin membeli mukjizat untuk adikku yang sakit keras. Setiap malam ia menangis. Kata dokter, kepalanya perlu dioperasi. Tapi, Ayahku tak sanggup, karena harganya sangat mahal.”
“Kata Ayah lagi, hanya mukjizat itu yang mampu menyembuhkan penyakit Adik saya.”
“Oh begitu. Tapi, berapa banyak uangmu, Nak?”
“Uang tabunganku, sebanyak lima ribu rupiah, Pak.”
Pria tua itu pun berpikir sejenak lalu berkata, “Mari, kita pergi melihat Adikmu.”
Ternyata, si Pria itu adalah direktur di sebuah rumah sakit besar.
Akhirnya si kecil itu dioperasi kepalanya. Sehingga nyawanya dapat diselamatkan.
Dalam kegembiraan yang meluap-luap, bertanyalah Ayah dari anak itu, “Berapa harga yang harus kami bayar, Tuan?”
“Jangan kuatir Pak, karena putri Bapak telah membayarnya dengan sangat mahal, lewat ketulusannya.”
Ternyata sungguh dahsyat dan mengagumkan nilai luhur dari misteri sebuah ketulusan!
Apakah Anda dan saya juga, memilikinya?
Sesungguhnya, misteri teragung itu, ternyata hanya berjarak sejengkal dari otak di kepala kita!
Kediri, 17 Februari 2024

