Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya, jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat” (Matius 18: 13).
Sering kali kita merasa hancur dan tidak layak, ketika jatuh dalam dosa. Tapi kasih Tuhan yang tidak terbatas mengingatkan kita, bahwa Tuhan tidak menyerah mencari kita domba yang tersesat. Ia meninggalkan yang lain demi menemukan dan menyelamatkan kita. Dalam kerahiman-Nya, Ia lebih bersukacita atas satu orang berdosa yang bertobat daripada mereka yang tidak sesat. Maka, jangan pernah putus asa. Dosa bukanlah akhir, melainkan undangan untuk kembali ke pelukan Allah.
Dia menanti kita dengan sabar, penuh kasih, dan sukacita besar saat kita memutuskan untuk kembali. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni. Yang Tuhan butuhkan hanyalah hati yang mau bertobat.
Mari kita membuka hati untuk pengampunan dan bangkit kembali dalam harapan. Tuhan tidak pernah lelah mengasihi kita, bahkan saat kita berpaling.
Sr. M. Bernadine, CSE
Selasa, 9 Desember 2025
Yes 40: 1-11 Mzm 96: 1-3.10-13 Mat 18: 12-14
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

