Red-Joss.com – “… karena Allah selalu memberi kita yang terbaik…,” kata lelaki baya itu tenang. Ia tidak kesal, kecewa, atau marah. Meski usaha patungan ayam potong itu berantakan, karena ditinggal pergi temannya.
“Terlanjur basah, mending saya nyemplung sekalian. Saya mulai dari nol lagi, dan saya optimistis.”
Untuk yang kesekian kali saya diam, dan makin kagum dengan ketegaran dan kesabarannya. Ia juga tidak menyalahkan temannya, meskipun telah dibohongi. Tapi hal itu mengajarinya untuk makin eling lan waspada. Karena, sesungguhnya hidup ini ibarat di tengah kawanan serigala. Sehingga kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Jujur, yang membuat saya kagum, dan belajar banyak dari lelaki baya itu adalah sifatnya yang murah hati. Terhadap teman-temannya, ia seperti sulit untuk menolak, atau berkata tidak. Ia memang pedulian, empati, dan solidaritasnya untuk berbelarasa tinggi. Tak heran, jika ia mudah dikibuli. Tapi, apa jawabnya, ketika hal itu ditanyakan?
“Saya tidak merasa ditipu, karena sebenarnya ia yang menipu dirinya sendiri.”
Jleb! Dada saya seperti ditusuk sebilah pisau. Tidak saya sangka, selain bijak, ia juga rendah hati.
Saya jadi berpikir, karena ia baik dan murah hati, tidak heran jika rejekinya seperti mata air.
Saya jadi ingat kembali dengan nasehatnya yang sederhana, tapi maknanya sangat dalam.
“Jika kita ingin menolong orang, berikan yang terbaik untuknya. Misal, ada teman mau pinjam sejumlah uang untuk suatu keperluan. Tapi kita tahu, teman itu tidak bakal mengembalikan, lebih baik uang itu diberikan secukupnya. Semampu dan seikhlas kita agar tidak jadi beban untuk teman atau kita sendiri…”
Menurutnya, dengan memberi yang terbaik kita bakal memperoleh yang terbaik juga. Ketika kita memberikan yang baik dan positif, maka semesta akan meresponnya dan mengembalikan pada kita. Jika kita yang jahat saja memberi pada anak-anaknya yang baik, apalagi Allah Yang Mahabaik…
Ternyata, hidup ikhlas itu teramat berat dan sulit. Ibarat seekor unta masuk melalui lobang jarum ketimbang kita…
“Ya, Allah ajari aku semangat rendah hati untuk mengasihi sesama…”
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

