Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Selimut adalah ‘sejenak kain’ penghangat tubuh, biasanya terbuat dari bahan wool yang berfungsi untuk menyelimuti tubuh di saat orang tidur.
Fungsi utama selimut itu sebagai penghangat tubuh dari udara dingin atau pelindung tubuh dari aneka gangguan tidur.
Sejatinya, kain selimut biasanya berfungsi untuk membungkus tubuh, teristimewa di malam hari.
Sesungguhnya apa makna “Hanya Ujung Selimut” itu? Mengapa hanya ujung dari selembar selimut?
Hal ini bermakna, bahwa bagian terbesar dari selembar selimut sudah digunakan oleh orang lain. Anda hanya kebagian bagian ujungnya.
Bagaimana Anda dapat memejamkan mata dan pulas tertidur, jika hanya kebagian bagian ujungnya? Ya, yang membuat seorang bisa pulas tertidur sejatinya bukan karena tubuhnya dibungkus utuh selembar dengan selimut, tetapi oleh keikhlasannya untuk menerima keadaan terbatas itu. Biasanya, tidak banyak orang ikhlas menerima kenyataan yang dipandang tidak adil itu. Lihatlah, betapa ikhlas para pengungsi, yang tertidur sangat pulas di barak-barak darurat, justru tanpa bantal dan apalagi dengan selembar selimut.
Orang bijaksana mengatakan, “Semua persoalan di atas bumi ini, hanya dilakoni oleh sang manusia.” Mengapa timbul begitu banyak permasalahan di atas bumi? Hal ini terjadi, karena hati manusia yang sangat gampang merasa iri dan cemburu. Hati manusia yang sulit untuk merasa puas dan rela menerima suatu kondisi terbata. Jadi, sesungguhnya, betapa egois dan rakusnya hati manusia itu.
Saya teringat dengan ucapan Sang Anak Manusia, bahwa Sang Dia, justru tidak memiliki sebuah bantal buat meletakan kepala-Nya.
Ujung dari selembar selimut adalah bagian ‘tepian atau pinggiran’ dari selembar selimut. Inilah sebuah batu ujian bagi kualitas hati seorang anak manusia.
Siapakah yang rela dan ikhlas berbalut tubuh, hanya dengan bagian ujung dari selembar selimut?
Dialah pribadi paling ikhlas untuk menghadapi seluruh realitas hidup ini. Baginya, apa pun dan bagaimana pun kenyataan yang dihadapinya, semuanya adalah baik adanya.
Lalu, siapakah sejatinya Anda? Apakah Anda adalah sang pemilik selembar selimut utuh ataukah sang pemilik dari hanya ujung selimut?
…
Kediri, 23 Oktober 2023

