Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
|Kemegahan dan keagungan
bagai hiasan belaka kala jiwamu dijemput kereta senja
Kuasa serta pangkat hanyalah sebabak sandiwara tak berujung pangkal
Adakah sepenggal resahmu kan didengar kala sang maut menjatuhkan detak palu di balai pengadilan senja?
Jiwa letihmu kan kian meresah sepi dan engkau pun beranjak hanya dililiti seutas kafan fana
(Pada Sepotong Catatan, frater m. Christoforus, BHK).
…
| Red-Joss.com | Saudaraku, Gregorianus Agung pernah mencetus, bahwa hidup ini bagai seorang di perjalanan yang mengaso di sebuah pondok penginapan. Dia hanya mengaso sesaat untuk pergi lagi. Tubuhnya beristirahat, tapi dengan budi, dia sudah berada di tempat lain.
Refleksi ini pun, juga telah ditulis oleh filsuf Perancis, Gabriel Marsel, dalam bukunya, “Homo Viator” “Manusia sang Peziarah.”
Saudaraku, lewat tulisan kecil ini, saya mengajak para saudara untuk senantiasa menyadari akan ‘apa tujuan akhir hidup kita di dunia fana ini?’
“Berjaga-jagalah,” inilah pesan kitab suci. Sebab hidup ini, hanyalah mampir ‘ngombeโ, singgah, membasahi kerongkongan kering.
Semoga, kesadaran akan kesementaraan ini, pun meresapi sunyi jiwa kita. Bulir-bulir bernas benih kesadaran ini, semoga dapat bertumbuh subur laksana sebatang pohon.
Semoga, di dalam keseharian hidup ini, kita senantiasa bersiaga demi tibanya saat akhir ini.
Anda juga saya, akan segera terhalau pergi tanpa mengemas apa pun. Karena semua hiasan hidup ini, akan ditanggalkan dan ditinggalkan. Pangkat serta hartamu, nama besar, serta materi melimpah, hanyalah kefanaan.
Raihlah dan pegangilah erat-erat tongkat imanmu, dan beriringlah bersama derai gemawan senja berarak!
…
Kediri,ย 10ย Meiย 2023

