”Kami adalah hamba yang tidak berguna. Kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan” (Lukas 17: 10).
…
Sederhana itu tidak ribet dan ruwet. Tapi mudah diterima, dicerna, dan dipahami.
Sederhana itu spontan; tanpa sekat dan tanpa prasangka. Tidak berkamuflase, tapi apa adanya, dan asli, karena berasal dari yang asali.
“Jika kita tidak mau dikecewakan, hendaknya jangan mengecewakan orang lain. Karena itu berbuatlah baik pada mereka terlebih dulu.”
Tuhan tidak pernah salah memilih kita, karena Dia melihat hati.
Mengikuti Tuhan itu harus mantap jiwa. Tidak mendua, tapi fokus.
Percaya diri untuk andalkan Tuhan, karena Dia murah hati.
Ketika digoda dan dibujuk rayu si jahat, kita jangan lemah dan goyah. Tapi tetaplah teguh hati.
Sejatinya, materi dan kenikmatan duniawi itu bukan tujuan utama, melainkan hidup adalah untuk melayani dan mengabdi kepada-Nya.
Kita dipilih Tuhan berarti dipercaya. Kita mampu mengelola anugerah-Nya. Untuk bertumbuh-kembang dan berbuah dalam kelimpahan-Nya. Sedang bagi yang menolak, semua yang ada padanya akan diambil, dan dibakar.
Sikap hati untuk tidak mengecewakan Tuhan adalah, kita dituntut komitmen, konsekuen, dan konsisten.
Kita jadi pelayan kemanusiaan, karena sadar diri dan kita ini alat-Nya.
Oleh karena itu, jangan ragu, keder, dan takut. Ketika kita menghadapi masalah, tantangan, atau bahkan ancaman. Karena Tuhan senantiasa sertai, jagai, dan pimpin kita atasi dan selesaikan semua perkara itu, asalkan kita mengandalkan-Nya!
“Tuhan akan membela perkara orang benar dan tidak ada yang berani serta mampu berbantah dengan-Nya” (Yesaya 50: 8).
…
Mas Redjo

