“Rahmat menuntun hati yang setia untuk mendengar, taat, dan siap menyambut Tuhan yang datang.”
Dalam Injil Yesus berbicara tentang hamba-hamba yang tetap berjaga menanti Tuannya pulang dari perjamuan kawin. Mereka tidak tahu jam kedatangannya, tapi hati mereka tetap siap siaga. Demikian pula Allah mengundang kami untuk hidup setiap hari dalam kewaspadaan yang penuh sukacita, bukan karena takut, melainkan karena rindu akan kedatangan-Nya.
Melalui Santo Paulus, kami belajar, bahwa dosa memang telah masuk ke dunia melalui satu manusia, tapi rahmat Allah jauh lebih melimpah melalui Yesus Kristus. Di mana dosa bertambah, di sana rahmat-Nya berlimpah-limpah. Maka ajarilah kami, ya, Allah untuk hidup di dalam rahmat itu: tekun, setia, dan siap melakukan kehendak-Mu, sebagaimana Pemazmur berdoa: “Lihatlah, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Tuhan.”
Engkau tidak berkenan pada korban tanpa ketaatan, melainkan pada hati yang mau mendengarkan dan menaati. Bentuklah hati kami agar siap menyambut sabda-Mu dengan kerendahan dan kesetiaan, supaya ketika Putra-Mu datang, kami ditemukan setia dalam kasih dan pelayanan.
Ya, Yesus, Engkau menjanjikan berkat bagi hamba yang berjaga. Betapa ajaib kasih-Mu, Sang Tuan yang rela mengenakan celemek dan melayani hamba-hamba-Nya! Kasih-Mu mengubah ketakutan jadi sukacita, kerja keras jadi istirahat, dan penantian jadi penyembahan.
Bapa, kuatkan iman kami setiap hari. Ketika hati kami mulai lelah atau lengah, perbaharuilah kami dengan Roh-Mu. Biarlah pelita kasih kami tetap menyala, agar hidup kami memancarkan terang-Mu bagi dunia yang haus akan pengharapan.
Datanglah, ya, Tuhan Yesus dalam kerahiman-Mu, temuilah kami yang berjaga, bekerja, dan siap menyambut-Mu. Kuatkanlah hati kami untuk bertekun dalam iman, sampai Engkau sendiri menyambut kami di perjamuan KerajaanMu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

