Halaman 18 Buku Putih: tentang Bahasa Cinta Seorang Pemimpin
Atasanku menjalani peran pemimpin yang tidak dengan meninggikan diri, sebaliknya dengan sapaan, bahkan cium tangan Tim Seniornya.
Walau tidak lazim lagi di zaman ini, tapi ‘cium tangan dan membasuh kaki’ adalah Bahasa Cinta yang tertinggi seorang pemimpin; sebuah keberanian merunduk paling rendah agar dapat mengangkat martabat yang dipimpin setinggi-tingginya, sebagai perwujudan ketaatan nyata pada Sang Pencipta, yang memberi amanah. Ya, esensi peran pemimpin, apa pun namanya, bukan tahta, melainkan amanah untuk jadi media berkah bagi orang lain.
Mencium tangan dan basuh kaki itu adalah tindakan luhur yang tidak harus selalu berwujud fisik, tapi dapat dalam bentuk empati, seperti membela yang dipimpin di saat-saat sulit dengan sepenuh hati. Seperti kata pepatah, “People don’t care how much you know until they know how much you care” (Orang tidak peduli seberapa hebat Anda tahu, sampai mereka tahu seberapa besar Anda peduli).
Ketika Anda peduli pada yang Anda pimpin, pada saat itu terciptalah loyalitas yang tak bisa Anda beli; berapa pun dalam diri mereka yang Anda pimpin. “Menarik?”
Salam sehat.
…
Jlitheng

