Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Apa yang mendasari seluruh gerak hidupmu kini dan kelak?”
(Didaktika Hidup Sejati)
…
Ketika saya ditanyai oleh seorang, “Menurutmu, apa yang mendasari seluruh gerak hidupmu?”
Antara Kebingungan dan Melongo
Sejujurnya pada saat itu, saya terperanjat dan kelabakan, antara bingung dan melongo.
Karena saya tidak pernah merenungkan dan memikirkan, apa sejatinya hal yang mendasari hidup saya.
Dasariah
Mari ikuti dengan saksama sebuah kisah ilustratif berikut ini!
Ketika seorang Pemimpin Perusahaan membutuhkan seorang sekretaris cerdas, maka didatanginya seorang psikolog agar dapat membantunya untuk mengetes ‘kecerdasan psikologis’ dari ketiga orang pelamar lewat proses berwawancara.
“Berapa hasilnya, jika dua ditambah dua?”
Gadis Pertama menjawab, “Empat.”
“Mungkin, dua puluh dua,” jawab Gadis Kedua.
Gadis Ketiga menjawab, “Bisa dua puluh dua, dan juga bisa empat.”
Saat ketiga Gadis Pelamar itu meninggalkan ruangan wawancara, Psikolog itu berkata, “Lihatlah, itu gunanya ilmu psikologi.”
Kemudian dia melanjutkan, “Gadis Pertama menjawab dengan hal yang sudah jelas. Namun, Gadis Kedua, masih merasa curiga. Sedangkan Gadis Ketiga, hendak merangkum kedua sikap tadi. Nah, sekarang Tuan hendak memilih Gadis yang mana?”
The Canteen
(1500 Cerita Bernakna)
Anda Memilih yang Mana?
Jawaban mana yang paling mendasar menurut persepsi dan pemahaman Anda?
Apakah jawaban yang mendasari pada aspek yang sudah serba pasti dan jelas?
Ataukah pada jawaban yang dilandasi oleh sikap kritis yang akhirnya dapat memunculkan sikap curiga, yang menggambarkan sebuah sikap yang belum final?
Ataukah pada jawaban yang merupakan sebuah rangkuman dari jawaban yang pertama dan kedua?
Apa Sesungguhnya yang Mendasari Hidup Kita?
Menurut filsuf Aristoteles, bahwa tujuan dan dasar dari hidup manusia adalah mencari serta meraih nilai-nilai “kebahagiaan, cinta, dan sikap bertanggung jawab.”
Untuk itu, manusia harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, Tuhan, dan terhadap sesamanya.
Sebaliknya, jika manusia itu tidak memiliki sikap bertanggung jawab, untuk apa dia hidup?
Hidup sejati adalah suatu proses hidup yang diarahkan kepada Sang Pencipta, dengan menghormati dan menyembah-Nya. Juga memiliki sikap bertanggung jawab yang diarahkan kepada dirinya sendiri dan sesamanya.
Dari sanalah akan mengalirkan aliran sungai kebahagiaan sejati!
“Wahai manusia, apa yang engkau cari?”
…
Kediri, 16 November 2024

