“Gaudete in Domino Semper.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | ‘Privilege’ menjadi populer di media sosial sejak presiden Jokowi memilih kalangan muda non profesional dalam jajaran kementrian dan staf khususnya. Meski cenderung bernada miring. Padahal setiap dari kita mempunyai privelege – hak istimewa. Bukan dari sesama manusia, tapi dari Yang Kuasa.
Tidak semua menyadari dan mensyukurinya, apalagi menggunakannya. Kita justru mematikannya. Mati dan mandul, karena khawatir dan takut. Takut gagal, takut komentar dan omongan orang. Menjadi khawatir akan jutaan cibiran dan nyinyiran.
“Your future is depend of your ‘F’ word.” Feae or Faith. Bila kita hidup dalam ketakutan, maka kita akan dikuasai oleh ketakutan. Padahal takut itu manusiawi, tapi jika ketakutan itu menguasai kita tidak akan pernah melangkah maju. Orang berani itu bukan berarti tidak mempunyai rasa takut. Justru sebaliknya, karena punya rasa takut ia menjadi berani.
Ubah ketakutan itu jadi keyakinan. Kita selalu percaya, semua itu akan jadi lebih baik. Masa depan, tugas, pekerjaan, dan bisnis akan jauh lebih baik bila ada keyakinan. Sebab keyakinan akan membuat hidup lebih bahagia dan penuh berkat. Dalam keyakinan kita percaya, bahwa kita mempunyai talenta, potensi, semangat, skill, tenaga, dan terlebih mempunyai Tuhan yang kita imani.
Bukankah Dia yang mengatur segalanya, termasuk kesuksesan, rezeki, dan berkat. Karenanya ingat tiga hal ini:
Pertama: percaya. Percayalah pada Tuhan, karena kita juga mempunyai talenta dan potensi. Tujuanhya agar kita berjuang dan berusaha. Sebab jerih lelah dan proses itu akan mendatangkan sukses.
Kedua: kasih. Bila kasih itu ada yakini, bahwa semua itu akan baik-baik saja. Kasih pada diri, sesama, Tuhan, profesi dan pekerjaan, kasih pada apa yang ada dan kita punyai. Kasih itu dasar kokoh iman, kasih itu selalu menumbuhkan harapan.
Ketiga: katakan terima kasih. Kita makin mudah bersyukur, makin besar rezeki dan mudah berbagi. Sebaliknya makin sedikit bersyukur, makin sedikit pula berkat. Makin tak bersyukur, apa yang ada pada kita juga akan diambil. Karenanya bersyukurlah senantiasa dalam Tuhan – “Gaudete in Domino semper.”
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

