Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Badai itu, bisa jadi
sebagai jalan naik bagi hidupmu.”
(Didaktika Hidup Sadar)
Manusia dan Badai Hidup
Tidak seorang manusia pun yang terluput dari tantangan dan masalah dalam kehidupan ini. Itulah yang dinamakan sebagai ‘badai hidup.’ Bukankah badai hidup itu bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah seni kehidupan? Ia juga sebagai sahabat terbaik demi menguji nyali hidup kita. Karena hanya lewat badai hidup, kita justru diuji, bahwa sejauh dan sekuat mana daya tahan hidup kita.
Elang Rajawali dan Badai
Dideskripsikan, bahwa burung elang rajawali adalah satu-satunya burung yang tidak akan lari dari terpaan badai. Dilukiskan pula, bahwa ia justru siap untuk menantangnya. Bahkan ia akan terbang ke arah badai itu.
Entah sebagai sebuah kebenaran umum ataukah hanya sekadar sebagai sebuah ilustrasi, bahwa elang rajawali, justru memanfaatkan amukan badai itu sebagai kesempatan, agar ia dapat naik lebih tinggi.
Dalam konteks ini, kita manusia seolah ditantang agar dapat menumbuhkan sikap keberanian dalam menghadapi tantangan hidup. Demikian di saat kita hidup, bukankah kita akan menghadapi aneka tantangan?
Maka, kepada kita disarankan agar berani untuk menghadapinya, karena bisa jadi, inilah kesempatan emas bagi kita sebagai sebuah jalan baik demi meningkatkan pamor hidup kita.
Siapakah Pahlawan dalam Hidup Kita
Siapakah seorang ‘pahlawan’ di dalam hidup kita? Bukankah ia hanyalah seorang manusia biasa yang yang tak luput dari rasa takut? Namun sejatinya, bahwa ia adalah pribadi yang berani untuk mengalahkan rasa takut dalam dirinya. Itulah kekuatannya yang mampu mengantarkan dia dan digelari sebagai seorang pahlawan.
Jadi, keunggulan bagi seorang pahlawan ialah, ketika ia berani untuk mengalahkan ketakutan yang bercokol di dalam dirinya sendiri.
Sejujurnya, bahwa tidak banyak orang yang sanggup untuk mengusir rasa takut itu dari dalam kesadarannya. Lihatlah, mengapa kita sering kali justru kian terbenam di dalam kubangan rasa putus asa dan didera oleh hantu kegagalan hidup? Ya, bukankah, karena kita tidak sanggup untuk segera mengusir rasa takut itu? Jadi, sesungguhnya, rasa takut itulah sebagai monster yang mencekam kehidupan kita.
Andalah Kompas Hidup
Sang kebijaksanaan telah mengajarkan kita, bahwa bukankah segala sesuatu di bumi ini, justru sangat bergantung pada faktor si manusia itu sendiri? Ya, bukankah kita sendiri yang harus jadi kompas bagi arah hidup kita? Maka, jauhilah sikap untuk mempersalahkan pihak lain sebagai penyebab kegagalan hidup kita.
Maka, di dalam konteks ini, tak lain dan tak bukan, Anda perlu belajar dari misteri kekuatan alam. Maka, beranilah untuk belajar dari kedigdayaan sang elang rajawali yang justru berani datang dan menghadang sang badai kehidupan, dan bukan justru menghindarinya.
Sekali lagi, hadapilah badai kehidupan ini dengan sikap keberanian!
Anda justru bisa, jika berani!
Kediri, 16 Juli 2025

