“Habis manis sepah dibuang itu kuno. Yang modern itu, sepah itu tetap berguna, apalagi, jika didaur ulang.” -Mas Redjo
Karena semua ciptaan Tuhan itu sempurna dan amat berguna bagi kehidupan ini.
Sampah, apa pun macamnya itu tetap mempunyai manfaat, jika kita jeli berkreasi dan berinovasi untuk mendaya-gunakannya, termasuk untuk mendaur ulang barang itu.
Resepnya adalah kita harus jeli untuk terus menerus berkreasi dan berinovasi pada hal-hal baru.
Terpampang jelas dalam ingatan saya, ketika saya kecil melihat Mas sedang membuat patung dari bubur koran yang dicampur lem kanji, mobil-mobilan dari kardus bekas, rumah-rumahan dari tusuk es cream, dan banyak lagi.
Lebih dahsyat lagi, karena barang bekas atau sampah yang disulap itu laku dijual dan mempunyai nilai keekonomian tinggi.
Ibu juga mengajarkan pada saya, dari sampah rumah tangga, baik sayur-sayuran atau buah-buahan itu dapat difermentasikan dibuat jadi eco enzyme yang multi manfaat.
Lingkungan keluarga yang kreatif itu mengajar dan menempa saya jadi pribadi yang ulet dan mandiri. Sehingga saya mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Sedang pada orang lain saya membagikan ilmu dan ketrampilan. Tujuannya agar mereka tidak menyerah, ketika menghadapi masalah berat dan sulit. Mereka harus ‘survive’ untuk bergantung dan mengandalkan Tuhan.
Sejatinya pepatah habis manis sepah dibuang itu hanya dimiliki oleh orang yang berpikiran kerdil. Sedang orang bijak melihat ciptaan Tuhan mempunyai multi manfaat. Semua sempurna dan berguna bagi kehidupan.
Mas Redjo

