Jangan percaya dengan namanya ‘gosip’. Entah siapa pun yang mengatakannya: kaum berjubah, maupun yang tidak berjubah. Sebab yang namanya gosip itu seperti bola liar, jika sudah menggelinding, maka akan bergerak tanpa arah. Bagaimana bisa menghentikannya? Caranya sederhana, “jangan mudah bergosip!”
Ini gara-gara gosip: “Orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri”. Apa sebabnya? Itu diawali dengan pernyataan Yesus tentang ‘Roti yang Hidup’ dan selanjutnya tentang “makan tubuh dan darah-Nya”.
Sebenarnya tidak ada yang salah! Mereka salah mengartikan bahasa kiasan yang digunakan dan diucapkan oleh Yesus.
Karena tidak saling paham, malah akhirnya saling bertengkar. Mereka saling berdebat!
Tapi Yesus bertanggung jawab untuk menjelaskan, meskipun dengan bahasa yang tetap keras. Karena “sekeras apa pun bahasa yang digunakan, jika itu tentang kebenaran, maka tetap bisa diterima.”
Berbeda dengan ini: selembut apa pun bahasa yang digunakan, jika itu bukan kebenaran atau berupa gosip, tentu merugikan orang yang digosipkan.
Kebenaran yang disampaikan oleh Yesus, meskipun keras, telah teruji! Buktinya? Masih ada hati yang tetap terpikat kepada-Nya. Orang yang terpikat itu bukan karena kata-kata-Nya, melainkan setiap orang terpikat akan jaminan hidup yang disampaikan-Nya. Bahwa “orang yang memakan Dia, Roti Hidup. Yang memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya, mendapat hidup yang kekal.”
Dengan kata lain, Yesus menjamin, bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya pasti mendapatkan hidup kekal. Tentunya hal ini bukan gosip, melainkan kebenaran.
Mari kita terima kebenaran ini dengan hati yang semakin terpikat dan percaya.
Kita dapat mencontoh Paulus yang mengalami sendiri jalan pertobatannya, saat ia berhadapan langsung dengan suara dari Sang Roti yang Hidup: ia pasrah dan bertobat.
Semoga kita menyiapkan hati menuju pertobatan setiap saat untuk bersatu dengan Yesus, Sang Roti yang Hidup. Dia adalah jaminan hidup kita yang kekal. Sebuah kebenaran yang harus kita hidupi setiap hari.
Rm. Petrus Santoso SCJ

