Sejak semula, kita dididik untuk jadi pribadi yang jujur. Tidak pernah, kita dididik untuk jadi yang sebaliknya. Mengapa kemudian kita yang dididik jadi pribadi yang jujur itu berubah jadi tidak jujur?
Satu: Karena kita melihat banyak pribadi yang tidak jujur, dan virus ketidakjujuran itu mudah menggoda serta menular cepat sekali.
Dua: Kita diberi contoh, bahwa orang-orang di sekitarnya banyak yang tidak jujur. Sehingga kita bingung mencari orang yang jujur itu berada di mana?
Tiga: Dilihat, sepertinya sikap jujur itu hanya ada di buku dan cerita. Faktanya dalam kehidupan sehari-hari itu sudah susah ditemukan.
Empat: Kita sering dikecewakan. Ketika berbicara seperti orang yang paling jujur, tapi kemudian terungkap, bahwa yang bersangkutan itu adalah orang yang tidak jujur alias pembohong besar.
Jika sudah diketahui sebagai pembohong, maka siapa pun akan menilai, bahkan bisa jadi dengan ungkapan-ungkapan yang kasar. Penghakiman massal! Penghakiman netizen!
Bagaimana kita mendidik diri untuk jadi pribadi yang jujur? Lihat saja kehidupan kita, apakah selama ini yang kita katakan itu diikuti? Kalau semuanya tidak pernah mengikuti kita lagi, bisa jadi banyak kebohongan yang sering kita lakukan. Jadi banyak orang yang tidak suka dengan kita?
Lihatlah diri sendiri. Awas, virus ketidakjujuran itu menjangkitimu.
Rm Petrus Santoso SCJ

