Injil berkisah tentang pengkhianatan Yudas Iskariot di satu sisi, kasih Yesus di sisi lain. Orang yang sedemikian dekat dengan Yesus, murid-Nya, berjalan bersama Dia, mendengar ajaran-Nya, menyaksikan dan mengalami mukjizat-Nya, justru memilih jalan pengkhianatan. Meskipun disakiti dan dikhianati oleh orang dekat-Nya, Yesus tetap menunjukkan kasih-Nya. Bahkan, ketika kita tidak setia, Ia tetap setia.
Godaan yang memenuhi kesenangan pribadi itu kerap kali jadi tantangan orang beriman saat ini. Rajin melayani, tapi sebenarnya, karena keinginan dipuji. Siap dipilih dalam kepanitiaan, atau pengurus Gereja, tapi memandangnya sebagai karier. ‘Dekat’ dengan-Nya secara fisik itu ternyata tidak menjamin kebijaksanaan hati. Motivasi tidak lagi murni demi kemuliaan nama-Nya, tapi demi kemuliaan nama pribadi.
Dengan belas kasih-Nya, Yesus ingin agar kita kembali kepada-Nya. Ketika pilihan-pilihan kembali datang, ingatlah, bahwa yang datang dari Roh baik akan mendekatkan kita kepada-Nya, sedangkan yang datang dari roh jahat menjauhkan kita dari-Nya, membuat kita terpuruk dan jatuh dalam dosa.
“Tuhan, kasihanilah kami orang berdosa dan kuatkanlah kami agar mampu jadi saksi cinta-Mu di dunia ini. Amin.”
Ziarah Batin

