“Lalu sangat sedihlah hati Raja, tapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya” (Mrk 6: 26).
Gengsi adalah kehormatan dan pengaruh, harga diri, serta martabat (KBBI). Gengsi yang sehat dapat memberikan motivasi dan dorongan diri untuk jadi lebih baik. Sebaliknya, gengsi yang berlebihan dapat membuat seseorang jadi arogan, sombong, dan merendahkan orang lain.
Contoh nyata gengsi yang negatif dapat kita lihat dalam kisah Herodes. Karena gengsi akan janjinya yang terlanjur diucapkan di hadapan banyak orang (bdk. ay 21-22), ia mengabaikan hati nuraninya sendiri. Padahal jauh dalam lubuk hatinya Herodes menghormati Yohanes dan mengakui bahwa ia adalah orang suci dan benar (ay. 20).
Kegalauan seperti yang dihadapi Herodes juga dapat kita alami. Mari kita belajar dari kisah Herodes. Kita mohon rahmat kebijaksanaan dari Tuhan, agar dalam mengambil tindakan atau keputusan, hati nurani kita tidak kalah dengan gengsi yang akhirnya merugikan, tidak hanya diri sendiri, tapi juga orang lain.
Semoga hati kita selalu teguh dan mengutamakan kebenaran dalam cinta kasih.
Sr. M. Aloysie, P. Karm
Jumat, 29 Agustus 2025
Yer 1: 17-19 Mzm 71: 1-6.15.17 Mrk 6: 17-29
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

