Firman Tuhan dalam Yeremia 23: 1,
“Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!”
…
Supaya tidak bias paham tentang gembala dalam Alkitab, Santo Paulus menjelaskan melalui suratnya untuk umat di Efesus (4: 11-16): ” bahwa gembala adalah pribadi yang dipercayakan oleh Tuhan dalam mendidik, membimbing, mengajar, dan membawa umat mengenal firman Tuhan menuju satu tujuan, yakni bertumbuh ke arah Dia secara sempurna.” Dengan kata lain, membimbing umat jadi dewasa dan kaya dalam iman.
Contoh: Ketua Lingkungan kami adalah umat biasa, yang sama dengan kami, mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga dan anak-anaknya. Sama dengan kami mempunyai problem yang harus diselesaikan. Punya masa depan yang tidak boleh dikorbankan oleh tugasnya sebagai Kaling. Dia adalah orang biasa seperti kami yang mempunyai kelemahan tertentu, akan tetapi mempunyai kemauan untuk mengabdi sebagai Ketua Lingkungan. Maka, Kaling kami tidak selalu bisa hadir pada setiap pertemuan ibadat. Tapi, ibadat tetap berjalan lancar. Mengapa? Karena, sebagai gembala, Kaling kami dikelilingi domba-domba yang kaya dalam iman, yang tunduk bukan kepada Kaling, tapi Tuhan yang memanggil dan mengurus Kaling. Sama seperti memanggil kami, umat dan mengutus kami untuk jadi umat yang tidak sekadar ‘urip’, tetapi ‘urup.’
Maka, saya ingin membaca Yer 23: 1 itu bukan “Celakalah, tapi berbahagialah gembala yang jadi inspirasi bagi domba-dombanya memperkaya diri dalam iman,” bukan yang lainnya!
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

