Red-Joss.com | “Dalam suatu obrolan di senja hari, seorang teman bertanya dalam canda:
“Gembala Sanberna terbaik itu yang mana, Mas?”
“Karena semua itu pilihan Tuhan, tentu semua baik,” jawabku. ‘Seirama dengan masanya’.
Dari falsafah kepemimpinan Jawa, ada 8 sifat luhur yang layak dimiliki oleh para gembala kita, dari tingkat paroki sampai lingkungan.
Seni kepemimpinan itu merujuk pada delapan simbol alam: “bumi, laut, langit, bintang, matahari, bulan, angin, dan api.“ Setiap elemen mencerminkan sifat pemimpin ideal yang diharap.
- Sifat Bumi. Ialah sifat gembala yg mengayomi umat. Khususnya kaum lemah dan kekurangan.
- Sifat Air. Ialah sifat gembala yang senang beradaptasi dan mau menerima pendapat dari umatnya.
- Sifat Angin. Ialah sifat gembala yang perilakunya cermat dalam kata juga tindakannya. Selain data dan fakta, selalu berpandangan sehat dan masuk akal.
- Sifat Bulan. Ialah sifat gembala yang hatinya halus, memperhatikan harkat dan martabat umatnya sebagai sesama. Dalam istilah Jawa, perilaku tersebut dinamakan ‘nguwongke’.
- Sifat Matahari. Ialah sifat gembala yang inspiratif dan selalu hidup dalam melayani umat. Mendorong umat untuk menyelesakian masalah dengan naik.
- Sifat Laut. Ialah sifat gembala yg mempunyai keluasan hati dan pandangan. Mampu menampung aspirasi dari umat dengan sabar, penuh kasih, dan pengertian.
- Sifat Gunung. Ialah sifat gembala yang tidak mudah menyerah untuk membela kepentingan umat.
- Sifat Api. Ialah sifat gembala yang konsisten terhadap tugas maupun prinsip. Ia objektif dalam menegakkan aturan, tegas, dan tidak memihak.
Teruslah berbagi terang.
Jliteng

