“A simple life, getting more for less money and happy.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup sederhana nan hemat di usia muda untuk bisa pensiun muda, mulai populer. ‘Pasive income’ menjadi incaran. Gerakan gaya hidup hemat pertama kali digagas oleh Vicki Robin dan Joe Domingues tahun 1992 di Amerika Serikat. Tapi baru populer di tahun 2007.
Di tengah prilaku konsumtif, kekhawatiran akan masa depan nol tabungan. Muncul kesadaran untuk membatasi pengeluaran, gaya hidup hemat, cermat mengelola keungan, kesadaran menggunakan transportasi umum, masak sendiri, belanja online dengan memanfaatkan diskon, dan budaya menabung menjadi pilihan.
‘Frugality’, gaya hidup hemat memang menjanjikan ketersediaan finansial. Hidup sederhana membuahkan bahagia di usia senja. Tapi gaya hidup hemat itu membuahkan bahagia, ketersediaan dana dan berani pensiun di usia muda. Realitas menunjukan hidup glamour, keren, tanpa perhitungan berbuah penderitaan. Hilangnya kebahagiaan, tumpulnya kreativitas, masa depan tanpa jaminan, hidup hanya untuk mencari uang. Banting tulang kerja demi gaji dan uang hanya buat bayar kartu kridit dan cicilan. Sukacita dan bahagia pun sirna dari kehidupan. Stress dan tertekan, madesu alias masa depan suram jadi ancaman.
Gaya hidup hemat adalah pilihan. ‘FIRE, Financial Independence Retire Early’ menjadi kesadaran. Siapa yang tidak ingin pensiun muda dengan pasive income berlebihan. Tabungan miliaran, ketersediaan dana cukup untuk tujuh turunan.
Pola hidup hemat dan cermat dalam mengelola keuangan akan mengurangi stress, kekhawatiran dan tekanan. Susah di awal, tapi akan berbuah sukacita di akhir. Memang yang berat bukan saat menjalani, tapi yang paling berat adalah saat belum menjalankan.
Tetap percaya akan Tuhan. Ia akan mencukupkan. Tetap syukuri, Ia akan menambahkan rezeki. Tetap berusaha, mujizat dan berkat akan menjadi nyata. Tetap cermat, hemat dan murah hati, Ia akan memberkati. Tetap rendah hati dan angkat tangan, karen Tuhan akan turun tangan untuk menolong.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

