“Jarak terpendek antara dua titik adalah garis lurus.” -Rio, Scj.
Sambil menyeruput kopi, mataku tertuju pada garis tangan. Nyatanya garis tangan kita berbeda-beda bukan? Telapak tangan pun ada yang super halus, ada pula yang kasar dan kapalan. Mau halus atau kasar tetap ada garis tangan. Ada yang halus, ada pula yang kasar.
Sekuat apa pun gengam tangan kita pasti ada garis tangan yang tidak mampu kita gengam. Sebuah pelajaran sederhana. Seberapa kuat dan kerasnya kita berusaha untuk mengendalikan semua, tetap saja ada hal dalam hidup yang tidak mampu kita kendalikan. Hal ini fakta dan realita. Tidak semua bisa dikendalikan, karena selalu ada hal di luar kendali kita. Yang bisa kita kendalikan okelah itu mudah. Tapi berhadapan dengan yang tidak bisa kita kendalikan ingatlah dua kunci ini: “low accept and low adapt.”
Bro Darwin pernah bilang, “Bukan mereka yang besar, mereka yang pintar, dan bukan pula yang kuat serta survive, melainkan mereka yang bisa beradaptasi itulah yang menang”. Belajarlah untuk menerima dengan lapang dada. Itulah yang membuat hidup bahagia. Belajarlah untuk beradaptasi dengan setiap keadaan. Di situlah tersedia peluang dan pilihan.
Ingatlah tidak semua hari itu baik, tapi selalu ada hal baik setiap harinya. Tidak semua perjalanan penuh jalan berliku, terjal dan berlubang, karena selalu ada jalan yang lurus, mulus, dan tak berlubang. Hidup ini kadang terasa gelap dan berat, tapi yang gelap itu tidak semuanya pekat dan yang berat itu tidak semuanya sulit. “Every pain God has a purpose” – dalam derita dan luka Tuhan pasti punya rencana.
Tetap tekun berjuang dan berusaha Tuhan pasti memberi hidup penuh bahagia. Prinsipnya sederhana, bila kita maunya yang mudah-mudah, kedepan hidup pun akan susah. Tersenyumlah bila saat ini hidup terasa berat dan susah, karena akan tiba waktunya hidup kita berlimpah rezeki dan berkah. “Keep strong in Faith” – teguhlah dalam iman.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

