Oleh : Jlitheng
Ada yg menarik dari homili kemarin sore: ‘gandum dan ilalang’ sebagai gambaran fakta tarik menarik abadi antara ‘kuasa baik dan jahat’ dalam hidup setiap orang, tanpa kecuali. Penentuan akan terlihat kelak, kalau orang itu mati. Apakah gandumnya berbuah atau ilalang yang jaya.
Hari yang sama kita rayakan pesta Maria Magdalena. Dia dikisahkan sebagai wanita nakal, yang bertobat, lantas menjadi salah satu murid Yesus yang habis-habisan mencintaiNya. Dialah orang pertama yang mengatakan, “aku melihat Tuhan,” setelah Yesus dibangkitkan dari kematian oleh Bapa-Nya.
Ibarat gandum, Maria Magdalena sungguh gandum pilihan, ia sanggup hidup berdampingan dengan ilalang dan tak kehilangan identitasnya sebagai gandum, dengan kesaksiannya yang hebat: “Aku telah melihat Tuhan.”
Kekristenan berawal dari cerita Maria Magdalena ini. Dialah yang berani berkata, “Aku telah melihat Tuhan.” Dengan kesaksiannya itu dia mengubah dan menggubah sejarah. Maria Magdalena mendahului tokoh lain seperti Petrus, yang juga melihat Tuhan. Dampak penglihatan itu mampu mengubah sejarah.
Paulus melihat Tuhan saat mata fisiknya buta. Oleh dia iman akan Yesus ke luar dari lingkup Yahudi, menyebar ke seluruh dunia.
Mother Theresa of Calcuta, melihat Tuhan dalam diri para gelandangan miskin yang sarat dengan derita. Karyanya mengubah dunia pelayanan terhadap kaum miskin.
Pertanyaannya adalah, sudahkah kita, saya dan anda, ‘melihat Tuhan’, kini dan di sini, di sekitar kita?
Dapatkah kita melihat Tuhan dalam pembangunan gereja yang baru, megah dan besar ini?
Dapatkah kita melihat Tuhan dalam pergumulan panitia, para gembala dan seluruh umat, demi tegaknya gereja di Pinang ini?
Dapatkah kita melihat Tuhan, ketika kita berlutut di gereja baru, menatap salib, selama Ekaristi, mendengar homili dan menyambut komuni?
Dapatkah kita melihat Tuhan dalam lingkungan kita yang ibarat gandum semakin terbelit ilalang?
Dapatkah kita melihat Tuhan dalam diri para pengendali dan penentu kebijakan yang masih dibelit ilalang dalam menjaga gandum gereja?
Dapatkah, ketika kita melihat orang sekitar kita yang sakit dan susah lantas berkata ,aku telah melihat Tuhan’ kemudian berbuat sesuatu untuk menolongnya?
Yoh 20: 17
Tetaplah gandum di tengah ilalang ini.
Jlitheng

