Oleh : Mas Redjo
[Red-Joss.com] Setiap kali memperoleh postingan kebaikan dan hal-hal positif di grup WA, FB, atau sosmed, kesan pertama kita adalah biasa. Bahkan mungkin juga hal itu membosankan.
Kita melirik hal kebaikan itu tidak mau, apalagi membaca dan menanggapinya. Kita merasa sudah paham dengan isi postingan itu. Tapi, apakah kita menerapkan hal itu dalam hidup keseharian?
Maaf, jangan bilang kita paham, jika semua itu sekadar teori dan di angan-angan. Kita tahu, tapi tidak โngartiโ alias tidak paham. Kita sekadar retorika, kamuflase, dan ben diarani. Padahal sesungguhnya kita ini gagal paham!
Lhoโฆ?!
Tidak harus reaktif, berkilah, ngotot, atau adu argumentasi. Lebih baik, kita jujur dan bertanya pada diri sendiri dalam keheningan hati.
Sesungguhnya iman tanpa perbuatan itu mati. Begitu pula teori tanpa praktek itu tiada guna. Teori tanpa direalisasikan itu ibarat janji tak bertepi, alias bohong.
Sesungguhnya, kita harus berani jujur pada diri sendiri. Apa pun yang dipikir, diucapkan, dan perilaku kita itu seia sekata. Kita harus miliki komitmen dan konsekuen agar hal positif dan kebaikan itu menjadi gaya hidup keseharian kita.
Alangkah bijak, jika teori kebaikan atau hal-hal positif itu diwujudkan ke dalam tindakan nyata. Rasakan dan nikmati perubahan ajaib yang kita lakukan itu pada sesama dan diri sendiri.
Hidup ini sungguh bermakna, ketika selalu direfleksikan untuk dibagi-bagikan pada sesama. Sehingga hidup ini makin cerah, indah, dan bermakna.
Sesungguhnya, sekecil apa pun perbuatan nyata itu jauh lebih baik dan bermakna, jika dibandingkan dengan seribu kata-kata indah.
โAku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Akuโ (Mat 25: 40)
Semoga kita mampu memahami tujuan hidup ini dalam semangat kerendahan hati agar kita tidak gagal paham, karena disesatkan oleh si jahat.
Mas Redjo

