“Kemudian Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya” (Luk 10: 1).
Yesus mengutus para murid-Nya untuk pergi menyebarluaskan Kerajaan Allah, tapi syaratnya mereka harus pergi berdua-dua. Tujuannya supaya mereka dapat saling mendukung satu dengan yang lain. Yesus meminta mereka yang diutus-Nya untuk tidak membawa apa-apa dalam perjalanan, supaya mereka fokus untuk menyebarkan Kerajaan Allah. Di samping itu, terlalu banyak membawa beban dalam perjalanan dapat membuat seseorang tidak sampai pada tujuan, karena sudah letih sebelum tiba di tempat tujuan.
Proyek pembangunan Kerajaan Allah belumlah selesai. Maka, Yesus masih memanggil kita dengan cara-Nya sendiri untuk menunaikan tugas dan perutusan-Nya. Kiranya kita dapat belajar dari Lukas dan para sahabatnya untuk berani mewartakan Injil Tuhan. Kita harus memiliki keyakinan bahwa Tuhan selalu ada bersama kita dan menguatkan kita. Jadi, jangan pernah merasa takut atau merasa tidak mampu. Kita tidak berjalan sendiri. Tuhan akan selalu beserta kita dan mengaruniakan kepada kita berbagai kemampuan. Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat 6:33).
Sr. Mary Faustiana P. Karm
Sabtu 18 Oktober 2025
2Tim 4:10-17 Mzm 145:10-13.17-18 Luk 10:1-9
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

