“Betapa indahnya di atas gunung-gunung, langkah-langkah pembawa Kabar Baik!”
Hari ini seluruh bumi bersorak dan bernyanyi, sebab Allah telah menyingkapkan lengan kudus-Nya dan memperlihatkan keselamatan-Nya di hadapan segala bangsa. Seperti nubuat Yesaya tentang kabar damai, demikian pula hari ini Gereja mewartakan dengan sukacita: Kerajaan-Nya telah datang. Firman yang dinantikan sepanjang zaman kini hadir; bukan dengan gemuruh dari langit, melainkan sebagai ‘Seorang Anak’ yang tinggal di tengah-tengah kami.
Pada mulanya Allah bersabda, “Jadilah terang” maka terang pun jadi. Oleh Firman-Nya segala sesuatu dijadikan, dan oleh nafas-Nya kehidupan dianugerahkan. Seperti dinyanyikan Pemazmur, Allah telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib, hingga laut bergemuruh, sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak gembira. Namun hari ini, keajaiban terbesarnya: Sang Firman, oleh siapa segala sesuatu diciptakan, kini masuk ke dalam ciptaan-Nya sendiri.
Dalam Putra-Nya, Allah telah menyampaikan Sabda-Nya yang terakhir dan sempurna. Seperti dikatakan dalam Surat kepada orang Ibrani, Ia adalah cahaya kemuliaan-Nya dan gambar wujud-Nya yang sejati. Kami tidak lagi mencari-Nya dari kejauhan, tapi Ia telah mendekat, berbicara kepada kami secara langsung dalam diri Yesus, Sang Terang dunia.
Ya, Bapa, Terang ini datang ke dunia yang akrab dengan kegelapan. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tapi banyak yang tidak mengenal-Nya. Meski demikian, kegelapan tidak mampu menguasai Terang itu. Sebab di dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia. Kepada semua orang yang menerima-Nya, Engkau menganugerahkan rahmat yang tak terukur: kuasa untuk jadi anak-anak Allah.
“Firman itu telah jadi manusia dan tinggal di antara kita.”
Engkau mendirikan kemah-Mu, tabernakel-Mu di tengah umat manusia. Tidak lagi terbatas pada bangunan dari batu, Engkau memilih hati manusia, hidup manusia, dan tubuh manusia. Dalam Yesus, Engkau memperbarui ciptaan dari dalam. Putra-Mu adalah Eden yang baru, tempat kehidupan mengalir kembali; Bait yang sejati, tempat kemuliaan-Mu berdiam; terang pertama dari ciptaan yang diperbarui.
Hari ini kami memandang kemuliaan-Nya yang penuh rahmat dan kebenaran. Dari kepenuhan-Nya mengalir rahmat demi rahmat, menyembuhkan luka dosa, menerangi hati yang diliputi ketakutan, dan mengangkat kami masuk ke dalam kehidupan Ilahi-Mu sendiri. Ini bukan misteri yang hanya kami kagumi dari kejauhan, melainkan anugerah yang kami terima dengan penuh sukacita.
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah datang ke dalam dunia kami dan ke dalam hidup kami. Engkaulah damai kami, harapan kami, dan kemenangan kami. Seperti Maria menyambut-Mu dengan kasih yang rendah hati,
ajarilah kami menerima-Mu dengan hati yang terbuka. Biarlah cahaya kerahiman-Mu yang bercahaya memancar melalui hidup kami, agar orang lain melihat kemuliaan-Mu dan bersukacita. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

