“Firman itu adalah Allah yang bukan hanya berbicara, melainkan Diri Allah sendiri. Karena itu sesaat, ketika Anda mendengarkan atau membaca firman-Nya, maka saat itulah Anda mendengarkan atau berhadapan dengan Allah sendiri.”
Betapa pentingnya Taurat yang berisi firman Tuhan sampai Yesus menegaskan, bahwa Dia tidak datang untuk meniadakan Taurat, tapi menggenapinya. Jika dalam Perjanjian Lama Allah berfirman melalui para Nabi, maka dalam Perjanjian Baru – Ia sendiri datang menyapa manusia dalam diri Yesus Putra-Nya.
Kita diingatkan, bahwa:
- 1) Membaca atau mendengarkan firman Tuhan berarti kita mendengarkan Allah sendiri yang sedang berbicara kepada kita;
- 2) Firman Tuhan adalah pedoman dan pelita bagi setiap langkah menuju ke Surga-Nya;
- 3) Jangan mengajarkan sembarangan isi Kitab Suci kepada orang lain, karena bisa saja Anda akan menggunakannya bukan demi kemuliaan Tuhan, melainkan demi kepopuleran atau keuntungan dirimu.
Akhirnya biarlah Firman Tuhan jadi pedoman dalam setiap langkahmu, sehingga bisa menemukan Surga-Nya.
…
Monsignor RD Inno Ngutra, Pr

