Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya” (Yoh 8: 51).
Yesus menyampaikan sebuah janji yang sangat berarti bagi iman kita. Ia berbicara bukan tentang kematian fisik, melainkan tentang maut rohani, yaitu keterpisahan dari Allah. Ketika kita menuruti firman-Nya, kita hidup dalam rahmat yang menuntun kita menuju hidup kekal.
Menuruti firman berarti membuka hati terhadap sabda Allah dan membiarkan sabda-Nya itu membentuk hidup kita melalui doa, Kitab Suci, dan sakramen. Hal ini dapat digambarkan seperti seorang pelaut yang mengarungi laut luas dengan hanya mengandalkan kompas. Ombak dan angin tidak serta-merta menghilang, tapi kompas itu menuntunnya ke arah yang benar.
Demikian pula, firman Kristus jadi kompas rohani yang menuntun kita melewati badai kehidupan menuju pelabuhan yang aman, yakni hidup kekal bersama Allah. Kita mungkin akan mengalami kesulitan, tapi kita tidak kehilangan arah.
Janji Yesus mengajak kita untuk menanggapi sabda-Nya dengan ketaatan yang penuh kasih. Di tengah berbagai ketidakpastian dunia, kiranya kita tetap tinggal dalam firman-Nya, sehingga hidup kita dipenuhi terang dan harapan yang tidak pernah padam.
Sr. M. Odilia, P. Karm
Kamis 26 Mar 2026
Kej 17: 3-9 Mzm 105: 4-9 Yoh 8: 51-59
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

