| Red-Joss.com | Rasa menjadi filter yang baik. Rasa itu bisa didekteksi lewat hati, gerak-gerik badani, dan pesan-pesan yang terungkap. Pertajam rasa yang kita miliki itu, supaya kita tidak salah menilai atau terlalu berani menilai.
Kadang sudah diingatkan oleh rasa, tapi kita nekad, ujungnya adalah kesalahan itu datang lagi. Kita pun kecewa! Salah lagi, lalu datang penyesalan itu. Datang lagi. Kemudian, ambyar!
Menjaga rasa itu tidak mudah, ketika kita baperan. Menjaga rasa itu jadi sulit, ketika kita tidak bijak. Juga menjaga rasa itu gagal, ketika kita sudah tidak memiliki perasaan.
Persoalan itu muncul, ketika kita tidak memiliki perasaan. Sehingga dapat dipastikan kemanusiaan kita sulit terbangun. Padahal kemanusiaan itu hal yang paling mendasar untuk membangun kebersamaan di tengah banyak perbedaan.
Faktor utama dan penting adalah jangan sampai orang itu kehilangan rasa. Sebab, ketika kita kehilangan rasa berarti tidak ada filternya untuk semua segi kehidupan yang paling dasar dalam konektivitas kemanusiaan itu.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

