Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Homo Homini Socius“
Manusia Menjadi Sahabat bagi Sesamanya
(Nikolaus Driyarkara, SJ)
…
Dalam filsafat manusianya, Driyarkara mengemukakan sifat kodrat manusia sebagai, ‘Homo Homini Socius’, yaitu manusia adalah sahabat bagi sesamanya.
Menurut keyakinan Driyarkara, sosialitas itu jadi lebih nyata dalam pengertian tentang manusia sebagai makhluk eksistensial.
(Ex Latina Claritas)
Filosofi Nebeng
Tulisan refleksi tentang hakikat kemanusiaan sebagai makhluk sosial ini, saya hadirkan sebagai tanggapan positif saya atas sebuah tulisan dalam kolom Humaniora, ‘Bahasa’ oleh Bobby Steven, Biarawan dan Dosen Universitas Sanata Dharma via Kompas, Selasa, 22/10/2024 berjudul, “Filosofi Nebeng.”
Pada akhir kata, Penulis berpendapat, bahwa kata nebeng itu tidak sekadar urusan praktis. Nebeng memuat filosofi mulia. Ia menyadarkan kita untuk jadi insan sosial. Tak semua hal harus dinilai dengan uang dan balas jasa.
Filosofi nebeng mengajarkan kita untuk berbagi dengan murah hati, demikian Bobby Steven.
Akar dan Makna Kata
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V nebeng (hitchhike) berarti ‘ikut serta (makan, naik kendaraan, dan sebagainya) dengan tidak usah membayar. Jadi, baik nebeng mau pun bonceng itu sama-sama mengandaikan dua hal :
1) Keikutsertaan pada aktivitas dan atau barang milik orang lain, dan
2) Tiadanya biaya yang dikeluarkan oleh pelaku kata kerja.
Nebeng itu memang Gratis
Jadi, kalau ada seorang mengizinkan kita nebeng kendaraan pribadinya, betapa baiknya dia! Tak perlu membayar, karena nebeng (semestinya) gratis, demikian Bobby mengakhiri tulisannya.
Fenomena nebeng alias bonceng
Nebeng alias numpang atau pun makan gratis itu bukanlah sebuah fenomena baru atau asing. Fenomena ini sudah mentradisi baik di dalam masyarakat kita maupun di luar negeri.
Bukankah selain sebagai ekspresi dari suatu kebersamaan sosial, fenomena nebeng juga sebagai ungkapan tanggung jawab moral seorang manusia terhadap sesamanya?
Hal ini dapat dibuktikan dengan, ternyata sungguh bahagia dan berbangga seseorang, jika dia mampu menebengkan alias memboncengkan sesama di dalam kendaraan pribadinya atau dapat makan gratis bersamanya.
Bahkan pendidik ternama Mario Rinvolucri menulis, “Nebeng membuat kita berjumpa dan berbagi pengalaman dengan orang lain, sehingga kita ke luar dari kesempitan diri.”
“Jika kamu melakukan suatu kebaikan kepada sesama, sesungguhnya kamu telah melakukan itu untuk Aku.”
(Yesus Kristus).
…
Kediri, 29 Oktober 2024

