Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Buruk muka cermin dibelah.”
(Ungkapan Bangsa Kita)
…
Manusia, Makhluk yang Bercernin
Tulisan ini bersifat refleksi dan sebagai sebuah filosofi hidup tentang manusia. Karena ternyata hanya manusialah makhluk yang bercermin alias mengaca diri.
Apa itu Bercermin?
Bercermin adalah sebuah aktivitas personal, bagaimana seorang memandang atau mematuk dirinya sendiri lewat sebuah cermin. Bahwa apa dan bagaimanakah keadaan dirinya? Sehingga aktivitas personal ini disebut bercermin atau mengaca diri.
Lazimnya aktivitas mengaca diri, tentu akan lewat sekeping cermin utuh dan bukan sekeping cermin retak, bukan?
Bercermin pada Cermin Retak
Anda dapat bayangkan, bagaimana hasilnya, jika seorang justru bercermin diri lewat sekeping cermin retak.
Jika Anda rela untuk bercermin lewat sekeping cermin retak, tentu akan menghasilkan atau memantulkan sebuah bentuk yang tidak sempurna, sekalipun tetap bereksistensi. Namun, tentu akan menghasilkan sebuah eksistensi yang tidak utuh alias terbelah, karena telah terjadi ketidakseimbangan, bukan?
Kini saya dapat memahami akan konteks utuh dari makna ungkapan, “buruk muka, maka cermin pun dibelah.”
Dalam kondisi ketidakutuhan itu, tentu juga akan menghasilkan sebuah pantulan yang buruk pula, karena tidak sesuai dengan kenyataan.
Hasilnya, bahwa dalam realitas hidup ini, orang akan sangat gampang untuk menyalahkan pihak lain dan tanpa menyadari akan kesalahannya sendiri.
Das Sein und Das Sollen
Terjadinya suatu “kesenjangan antara harapan dan kenyataan.” Ya, sungguh wajarlah, jika memang akhirnya terjadi demikian. Mengapa? Karena Anda telah menerima sebuah pantulan dari sebuah cermin yang retak alias dari suatu ketidaksempurnaan. Itulah yang disebut sebagai sebuah “kesenjangan,” yakni ketidaksingkronan antara harapan dan kenyataan.
Cermin Retak akan Memantulkan Wajah yang Retak pula
Hidup ideal adalah semodel kehidupan yang dilandasi oleh ‘hukum keseimbangan’, yakni adanya suatu keselarasan dan kesesuaian antara kedua komponen hidup.
Hal ini bermakna pula, jika Anda bercermin pada sekeping cermin retak, maka pantulan wajah Anda akan tampak retak alias terpecah. Itulah ketidaksempurnaan!
Dari ‘sebuah proses yang tidak sempurna, maka akan menghasilkan sesuatu yang tidak sempurna pula!’ Itulah hukum kehidupan!
Konklusi
Maka, dari suatu kesempurnaan, akan menghasilkan suatu kesempurnaan pula!
…
Kediri, 14 Desember 2024

