Bruder yang suka makan buah pepaya ini, pada hari ini dipanggil oleh Bapa di Surga.
Setiap kali berkunjung ke Seminari Menengah Santo Paulus Palembang, Bruder pasti menikmati buah pepaya.
Pada satu kali saya pernah bertanya kepada Bruder, “Mengapa suka makan buah pepaya.”
“Wow, buah ini bagus sekali. Buah ini bagus untuk kesehatan,” jawab Bruder.
Bruder, di Rumah Bapa pasti disediakan buah pepaya untuk Bruder.
Bruder Jacob, demikian saya memanggilnya. Beliau dikenal sebagai ‘Bruder Pembangunan’. Beliau diberi tanggung jawab untuk menjalani proses pembangunan milik konggregasi, misalnya: Novisiat Santo Yohanes Gisting, Visma Vijaya Praya Yogyakarta, dll. Pengamatannya sangat teliti dan detail. Hasilnya pembangunannya sangat kokoh dan kuat.
Bruder ini sangat enerjik, rapi dalam berpakaian, dan selalu tersenyum. Jika Bruder sudah bicara, tidak mudah untuk dihentikan. Beliau senang bercerita.
Satu keutamaan yang istimewa dari Bruder Jacob adalah setia mendoakan ‘Thesaurus’, doa para Dehonian. Buku doanya sudah sangat tua dan selalu dibawanya ke mana-mana. Beliau berdoa sambil berjalan keliling.
Bruder yang enerjik ini, telah dipanggil oleh Tuhan. Beliau adalah misionaris dari Belanda terakhir. Tidak ada lagi misionaris dari Belanda. Kami, para Dehonian Indonesia harus melanjutkan semangat misi ini.
Terima kasih Bruder atas teladan hidupmu. RIP. Lanjutkan untuk menikmati buah pepaya di Rumah Bapa.
Macau, 27 September 2025
Romo Petrus Santoso SCJ

