Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Pengkhianatan adalah tindakan paling keji di bawah kolong langit.”
(Anonim)
…
| Red-Joss.com | Tulisan ini, saya angkat demi mengenang sebuah kisah paling keji di atas bumi.
Dalam ziarah perpolitikan, berbangsa, dan bernegara pernah terjadi sebuah aksi keji, yaitu kisah penikaman dari belakang yang dilakukan justru oleh orang kepercayaan, sang putra mahkota kepada sang pemimpinnya.
‘Et tu Brute’, yang bermakna “Bahkan, Engkau Brutus.” Ini adalah seruan menyayat hati yang ke luar dari mulut Julius Caesar, saat ditikam dengan pisau oleh Markus Junius Brutus, sang putra mahkota, orang kepercayaan, anak angkatnya sendiri.
Tragedi berdarah paling menyejarah ini, terjadi pada tanggal 15 Maret tahun 44 sebelum Masehi. Tindakan pengkhianatan keji ini dilakukan atas konspirasi jahat bersama sejumlah senator (DPR) Romawi.
Sejak terjadinya tragedi berdarah itu, masyarakat dunia menjuluki setiap tindakan pengkhianatan sebagai “tragedi sang brutus.”
Saudaraku, di dalam hidup serta penziarahan ini, kita pun akan berhadapan dengan kenyataan paling pahit ini. Tindakan pengkhianatan. Apalagi, jika aksi bejat itu justru dilakukan oleh orang kepercayaan, atau orang yang paling dekat dengan kita.
Saudaraku sebangsa dan setanah air. Kita telah mengenal sejumlah ungkapan bermakna, seperti, “duri dalam daging, musuh dalam selimut, menggunting dalam lipatan, atau pun api dalam sekam.” Ungkapan ini mengamanatkan, bahwa seringkali tindakan kejahatan pengkhianatan itu justru datang dari dalam. Datang dari keluarga kita, dari kaki tangan kita, dari partai kita, atau dari golongan kita sebangsa.
Demi memuaskan ambisi serta ego politik kotornya, demi menebalkan kantong bajunya sendiri, demi mengamankan posisi strategisnya, sang gila hormat nekad dapat melakukan tindakan jahat dalam wujud apa pun.
Atas nama konspirasi politik jahatnya, kawan pun dapat menjadi lawan. Sang putra mahkota pun dapat menikam sang raja. Tidak terkecuali, orang-orang kepercayaan sang presiden pun dapat berubah rupa menjadi brutus-brutus zaman ini.
Semoga, Anda dan saya adalah orang-orang yang sangat beruntung, jika ternyata dalam hidup ini, kita tidak mengalami nasib setragis ini.
Menusuk sahabat dari belakang punggung adalah tindakan pengkhianatan paling keji.
…
Kediri, 13 Mei 2023

