“Lalu kekhawatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu, sehingga tidak berbuah” (Mrk 4: 19).
Dewasa ini, orang-orang sibuk mengejar uang dan ingin terkenal. Media sosial jadi lahan yang utama, bukan lagi Firman Tuhan. Hidup pun dijalani tanpa pedoman yang jelas. Manusia tidak lagi peduli mana yang benar atau salah.
Perumpamaan dalam Injil itu menarik dan mengingatkan kita, bahwa dewasa ini hati manusia seperti tanah yang penuh duri, kekhawatiran, sibuk mencari pujian, dan pencarian eksistensi digital. Dalam Firman Tuhan mengatakan hal-hal semacam itu menghimpit Firman itu, sehingga tidak dapat bertumbuh dan berbuah.
Sabda Tuhan juga mengingatkan kepada kita semua untuk fokus pada Firman dan ajaran-Nya, bukan pada hal-hal yang memberikan kenyamanan sementara. Firman-Nya akan berbuah dalam hidup ini, jika kita terbuka dan menerima Firman-Nya.
Mari kita memelihara Firman-Nya agar terus bertumbuh dan menghasilkan buah yang nyata dalam kasih dan iman. Di tengah dunia yang penuh duri ini, semoga hati kita jadi ladang yang subur dalam kebenaran Tuhan.
Sr. M. Heraberta, P. Karm
Rabu, 28 Januari 2026
2 Sam 7: 4-17 Mzm 89: 4-5.27-30 Mrk 4: 1-20
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

