Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
[Red-Joss.com] Panggung para bintang, artis/aktor, selebritis dan para pesohor. Pada aktif ‘Nge-Vlog’ menampilkan sisi kehidupan mereka. Tidak ada rahasia lagi. Tujuannya mengejar subscribe sebanyak-banyaknya. Begitulah panggung mereka.
Panggung pencinta sosial-media bertabur dengan apa yang sedang viral. Menangkap fenomena yang paling up-date. Kirim pesan sebagai orang yang penting, seolah-olah sebagai yang mengendalikan. Segala resiko dipikirkan kemudian. Di panggung ini, benar-benar jadi ruang yang bebas. Kadang tidak takut dengan UU ITE.
Panggung para pemuka agama. Datang satu demi satu postingannya mewartakan siar agama sesuai dengan keyakinan masing-masing. Punya fans yang setia dan loyal. Punya tim yang siap untuk menyebarkan. Siar agama sekarang menjadi lebih ramai, tidak hanya dari tempat peribabatan, tetapi meluas lewat teknologi yang sudah diciptakan dunia. Sang pengikut keyakinan, bebas memilih, dan bahkan bebas menyebarkan.
Panggung yang lain, masih banyak lagi. Sekarang setiap orang bisa membuat panggung untuk menawarkan pertunjukkan. Sebelumnya tidak disangka bisa secepat ini, tetapi memang sudah diprediksi. Dari segala sudut, panggung bisa ditampilkan. Siapa penontonnya? Dari mana menontonnya? Jawabnya adalah lewat gadget yang telah dimilikinya.
Dari setiap panggung akan tampak pemainnya. Dunia panggung memang sungguh menghibur, tinggal kemudian kita ‘like or dislike’, ‘subscribe or not’, ‘comment or not’, ‘discuss or not’.
Suka atau tidak suka, dunia panggung, telah banyak mengubah perikaku-perilaku kita. Jika terus diikuti, maka dunia panggung ini akan sampai di mana? Akankah sampai kepada Sang Sutradara Kehidupan, yaitu Allah. Atau Allah pun akan tersingkirkan, karena muncul “Konsep Allah yang tercipta di Dunia Panggung” masing-masing.
Rm. Petrus Santoso SCJ

