Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Akar dari segala kejahatan itu adalah cinta uang.”
(1 Timotius 6: 10)
…
| Red-Joss.com | Ilustrasi nyentrik :
Ada segepok โuangโ yang selalu melirik genit pada ketiga orang paling terhormat di bumi ini.
Ketiganya: sang ilmuwan, filsuf, dan rohaniwan.
Siang hari juga malam, digodanya ketiga pribadi terhormat di mana mereka berada.
Suatu saat, ketiganya berpikir keras dan akhirnya sadar, bahwa betapa rapuhnya sang manusia itu.
Sang ilmuwan mengalkulasi dan menganalisis, apa dampak, jika dia akhirnya jatuh di dalam pelukan sang godaan? Apa peran ilmu pengetahuan yang sudah dimilikinya?
Kini, sang filsuf pun mulai meragukan dalil kefilsafatanya. Benarkah, bahwa manusia itu pada dasarnya hanyalah hewan yang berakal budi?
Kini, giliran sang rohaniwan. Saat dia gencar dicerca godaan, dia pun mulai tertunduk lesu.
Dia menemukan sebuah azas hidup paling rapuh, “errare humanum est. Perseverare diabolicum,” artinya,
berbuat kesalahan adalah sifat manusia. Mengulangi kesalahan adalah perbuatan iblis.
Tulisan reflektif ini tercipta berdasarkan ketertarikan saya pada sebuah ilustrasi.
Perjumpaan dan dialog antara Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill dengan sopir taxi.
Sang Perdana Menteri itu bertaxi ke kantor BBC London untuk sebuah acara wawancara.
Setibanya di sana, sang Perdana Menteri mohon, agar sopir itu bisa menunggunya paling lama 40 menit.
Tapi, jawab sang sopir. “Maaf, Tuan, saya tidak bisa menunggu, karena saya akan segera menghadiri sebuah acara paling bergengsi. (Eh, ternyata, acara yang dimaksudkan adalah mendengarkan pidato dari Perdana Menteri itu). Tapi, dia tidak mengenalnya.
“Baik, jika saudara mau, saya akan memberimu uang sebanyak 20 poundsterling.”
Ternyata, betapa rapuhnya pendirian sopir itu. Karena dia pun segera menyetujui tawaran itu, bahkan sambil berkata, “Silakan Tuan, seberapa lama pun, saya siap menunggu!”
Ah, ternyata betapa rapuhnya pribadi manusia itu. Di sisi lain, ternyata jauh lebih kuat tancapan kuku-kuku culas godaan itu.
Sesungguhnya, apa makna mendasar dari kisah ini?
Dalam hidup ini, prinsip yang paling kokoh pun bisa berubah dan runtuh berantakan, justru karena godaan uang.
Nasionalisme dan janji setia kepada Negara pun hanyalah sebuah akal bulus, bila godaan rupiah datang merayap di benak manusia.
Bahkan, di antara saudara sekandung pun saling bermusuhan, gara-gara godaan dari segepok uang.
Kini, saya pun teringat, akan uang sejumlah 30 keping perak!
Uang darah. Hakeldama!
…
Kediri,ย 5ย Februariย 2024

