Tèngoklah ke dalam hati, maka kau ‘kan mengerti.
Hanya dia yang pernah menderita dapat dikatakan yang empunya ‘empati’. Sebab dia mengerti, bahwa apa yang kini sedang terjadi pada orang lain pernah terjadi dan dirasakannya.
Orang yang seperti itu akan selalu ‘tèngok ke dalam’ sebelum bicara dan lebih ingin menghargai keberadaan dan hak orang lain dalam menjalani hidupnya.
Saling menghargai juga berarti mau jadi bagian solusi, ketika orang lain itu mengalami kesulitan.
Salam sehat.
Jlitheng

