Allah Bapa memberi pelajaran yang paling penting dan fundamental pada kita, ketika seorang ahli Taurat bertanya, manakah hukum yang paling agung, Putra-Nya, Yesus, menjawabnya dengan hikmat yang bersinar, menyingkapkan inti dari seluruh Hukum Taurat: yaitu untuk mengasihi Engkau, ya Tuhan kami, dengan segenap keberadaan kami; dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi kami.
Yesus tidak berhenti di situ. Ia segera menambahkan perintah kedua yang tidak terpisahkan dari yang pertama: kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Ia mengungkapkan, bahwa kedua kasih ini adalah satu kenyataan yang indah. Kebenaran ini tercermin dalam kisah Rut dan Naomi, di mana kesetiaan Rut yang tak tergoyahkan kepada Ibu mertuanya jadi wujud dari kesetiaannya kepada-Mu, ya Allah.
“Bangsamu adalah bangsaku dan Allahmu adalah Allahku,” serunya, menunjukkan kepada kami, bahwa kasih kami kepada-Mu terwujud nyata dalam komitmen kami kepada sesama.
Mazmur hari ini menggemakan kebenaran ini, mengingatkan kita, bahwa Engkau adalah Allah yang penuh kerahiman, yang mengasihi orang benar dan menegakkan janda dan anak yatim. Kasih-Mu bukanlah perasaan yang pasif; melainkan kekuatan aktif yang peduli pada mereka yang rentan dan membebaskan para tawanan.
Saat kita merayakan Santa Perawan Maria Ratu, kita menemukan teladan sempurna dari kasih yang ganda ini. Maria adalah Ratu kita, bukan karena kekuasaan duniawi, melainkan karena ia adalah Ratu Kerelaan Hati. Ia pertama-tama mengasihi Engkau, ya Allah, dengan seluruh keberadaannya, mempersembahkan seluruh dirinya dalam ‘ya’-nya saat Kabar Sukacita. Kemudian ia segera tergesa-gesa pergi untuk melayani sepupunya, Elisabet itu membuktikan, bahwa kasihnya kepada Allah tidak terpisahkan dari kasihnya kepada sesama.
Ya Bapa, saat kami menghormati Bunda Putra-Mu, luaskanlah hati dan pikiran kami untuk mengasihi Engkau dan sesama kami dengan rahmat dan pengabdian yang sama seperti yang ia tunjukkan. Bantulah kami untuk menemukan Yesus di wajah-wajah mereka yang kesepian dan tertindas, sehingga kami dapat jadi perwujudan nyata dari belas kasihan-Mu. Melalui perantaraan Ratu Kerelaan Hati, semoga hidup kami jadi kidung kasih yang tak putus-putusnya bagi-Mu dan bagi semua yang telah Engkau ciptakan. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

