Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hiduplah seakan-akan
Anda akan mati besok,
tapi belajarlah
seakan-akan Anda akan
hidup selamanya”
(Mahatma Gandhi)
Tentang Hidup dan Kehidupan
Kali ini kita akan merefleksikan tentang, bagaimana kita seharusnya hidup dalam arena kehidupan ini. Hidup ini ibarat sebuah ziarah yang diawali dari sebuah titik, lalu berproses, dan akhirnya akan berakhir pada sebuah titik akhir juga.
Kiat Meraih Sukses
Di balik dan di dalam proses panjang nan menantang itu, orang-orang waras, setengah waras, dan bahkan edan itu senantiasa memimpikan hadirnya sebuah kesuksesan hidup. Bagaimana kiat meraih kesuksesan itu? Itulah sebuah teka-teki njelimet dari kehidupan ini!
Di antara Dua Buah Lukisan
Sang bijaksanawan pernah berkata, bahwa kehidupan itu adalah sebuah hadiah paling spesial dari Tuhan buat Anda seorang. Jika itu datangnya dari Tuhan, apakah tidak sepatutnya, kita perlu bersyukur? Bukankah hal itu sebagai sebuah talenta dan bahkan kharisma terindah untuk Anda?
Lukisan Kusam
Mari sejenak bersama kita menoleh dan memandangi kembali lintasan di pasir pantai kehidupan yang telah Anda dan saya lewati.
Tapi alangkah arifnya, jika kita merenungkan dan menyadarinya, bahwa sesungguhnya, apa yang ada di belakang dan yang telah kita lewati itu? Jika ternyata realitas itu kondisinya ibarat sebuah kapal pecah pun terimalah hal itu sebagai sebuah kenyataan yang telah berlalu.
Itulah sebuah lukisan kusam milikmu, kita, milik Anda dan juga saya. Kita tidak perlu meratapinya lagi. Bahkan kegagalan di masa lalu itu, kita jadikan sebagai momentum untuk kembali membuka, membaca, dan mempelajari buku kehidupan masa lampau kita sebagai sebuah pelajaran terbaik untuk menata kehidupan kita di hari ini.
Lukisan Abstrak
Mari kita teguh berdiri pada poros titik paling krusial ini dan menatap ke depan. Setelah itu, dengan sikap tegas, katakan kepada diri sendiri, bahwa itu bukan milikmu. Maka, janganlah Anda juga saya mencemaskannya. Mengapa?
Bukankah hari depan itu bukan milik saya dan Anda. Hal itu masih merupakan sebuah arena baru yang masih tersamar dan di dalamnya ditaburi dengan aneka cita-cita serta harapan. Kondisi itu masih ibarat sebuah lukisan abstrak.
Kesuksesan itu Milik Siapa?
Sejatinya siapakah sang pemilik supremasi kesuksesan itu? Anda dan saya ataukah mereka? Ingat, kesuksesan itu, hanya jadi milik orang-orang yang gigih dan pantang menyerah.
Kini saya teringat akan perjuangan tanpa lelah seorang ternama, Presiden ke-33 AS, Harry S. Truman. Bagaimana sepak terjangnya hingga meraih kursi kehormatan sebagai orang nomor satu di negara adidaya, Amerika Serikat? Ternyata, beliau telah luntang-lantung dalam arena politik keras dan bahkan hingga dua kali gagal dalam perjuangannya.
Apa kunci rahasianya? Apa pula misteri paling jitu dari kiat-kiatnya itu?
Ini Sumpahnya…!
“Aku yakin, aku bisa, dan aku sungguh yakin, bahwa aku harus bisa! Ya, kini, aku ternyata memang benar-benar bisa!
Sekalipun aku sadar, bahwa aku tidak hidup untuk selamanya!
…
Kediri, 1 Maret 2025

