Luk 15: 1-3. 11-32
“Setiap kali berdosa, sebenarnya kita sedang merusakkan jiwa dengan cara memuaskan tubuh. Tubuh yang puas dengan kenikmatan akan menjauh dari cinta Allah, namun belas kasih seorang Bapa selalu mengampunimu tanpa syarat dan batas.”
Pengampunan Allah selaku Bapa yang baik dan maha rahim itu terungkap dalam injil hari ini: ”Ketika ia masih jauh, Ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya berlari mendapatkan dia, lalu merangkul dan mencium dia” (ayat 20).
Pelajaran penting bagi kita adalah:
1) Hanya satu kerinduan Allah sebagai seorang Bapa adalah melihat dan bertemu dengan engkau, anak-Nya di Surga, ketika engkau mengakhiri peziarahan di dunia ini;
2) Hanya ada satu jalan kembali kepada Bapa, yakni pertobatan;
3) Hidup di dunia ini adalah kesempatan untuk merintis jalan sendiri ke Surga; Ingat, orang lain tidak bisa berjalan di jalanmu, juga sebaliknya engkau tidak bisa melalui jalan rintisan orang lain.
Akhirnya, jika engkau sadar, bahwa Bapa di Surga sedang menantimu tanpa marah dan menghakimimu, maka seharusnya engkau kembali kepada-Nya melalui jalan pertobatan. Ingat, Allah tak pernah bosan mengampunimu.
Monsignor RD Inno Ngutra

