Luk 5: 20
Bagiku, setiap melayani Sakramen Pertobatan, ada rahmat istimewa yang diberikan. Yang lebih istimewa lagi, pribadi-pribadi yang datang untuk mengaku dosa itu pulang dengan kelegaan, kegembiraan, sukacita, damai, dan semangat untuk memulai hidup baru.
Benar yang dikatakan, bahwa “untuk memaafkan itu suatu keharusan. Tapi untuk melupakan itu suatu pilihan.”
Yesus tetap memberi kebebasan, “Bangkit dan berjalan” (Luk 5: 23).
Kamu tidak usah ragu berjalan. Jalanmu sudah benar. Arah jalanmu juga sudah tepat. Apalagi semangatmu untuk hidup baru itu berkobar-kobar.
Rasanya bangga betul hati ini bisa melihat pembaharuan hidup yang terjadi pada diri para sahabat, setelah menerima Sakramen Pengakuan Dosa itu.
Di satu sisi kita harus bisa mengatasi segala kesulitan dan tantangan yang sedang dihadapi. Di sisi yang lain, kita juga harus bisa memohon kepada pribadi yang tepat dan benar untuk meminta pertolongan.
Ada sahabat-sahabat yang baik di sekitarmu. Tangan dan hati mereka tidak pernah berhenti berbuat baik. Bahkan, para sahabat di sekitarmu berani berkorban demi kasihnya kepadamu.
Itulah sebabnya, jangan ‘disepelekan’ yang namanya persahabatan itu. Karena buah dari persahabatan itu manis.
Akhirnya, terima kasih atas kebaikan-kebaikanmu. Jangan pernah berhenti berbuat baik kepada yang lain. Sebab yang kita bantu itu bisa “bangkit dan berjalan” (Luk 5: 23).
Betapa bangganya kita, karena bisa melihat, bahwa hidupnya sudah dipebaharui dan dia mempunyai semangat hidup yang baru.
Lihat, jalannya sudah mantab dan semangat!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

