“Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak” (Luk 18: 14a).
Sering kali kita bertanya, apakah doa kita berkenan di hadapan Tuhan? Nabi Hosea mengingatkan, bahwa Tuhan menginginkan kasih yang setia, bukan sekadar ritual (Hos 6: 6). Doa tanpa kasih dan kerendahan hati tidak bernilai di hadapan-Nya.
Yesus mengajarkan hal ini melalui perumpamaan tentang seorang Farisi dan pemungut cukai. Sang Farisi berdoa dengan kesombongan, membanggakan diri, dan merendahkan orang lain. Sebaliknya, pemungut cukai datang dengan hati yang remuk, memohon belas kasihan Tuhan. Hanya doanya yang diterima.
Tuhan menentang orang yang sombong, tapi memberi kasih karunia kepada yang rendah hati (Yak 4: 6). Jika ingin doa kita didengar, datanglah kepada-Nya dengan hati yang tulus, penuh penyesalan, dan kasih kepada sesama.
Sudahkah kita berdoa dengan rendah hati hari ini?
…
Rm. Valentinus Maria, CSE
Minggu, 26 Oktober 2025
Sir 35: 12-14.16-18 Mzm 34: 2-3.17-19.23; 2 Tim 4:6-8.16-18 Luk 18: 9-14
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

