| Red-Joss.com | Ya Bapa, ketika aku kehilangan asa, Engkau mengirimkan pesan-Mu lewat Nabi Yesaya, “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya” (Yesaya 42: 3).
Ya Bapa, tetap ada asa di depanku. Syukur dan terima kasih, ya Bapa.
Ya Yesus, ketika aku kehilangan harapan, suara-Mu makin nyaring terdengar, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” (Matius 11: 28).
Ya Yesus, tetap ada kekuatan yang bersumber daripada-Mu. Syukur dan terima kasih, ya Yesus.
Ya Roh Kudus, ketika aku kehilangan semangatku, Engkau menuntunku untuk memfokuskan pendengaranku, supaya aku mendengarkan suara-Nya, “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu” (Yohanes 14: 1).
Ya Roh Kudus, tetap ada ruang untuk kesegaranku. Syukur dan terima kasih, ya Roh Kudus.
Ya Bunda Maria, ketika aku gontai berjalan, engkau menepuk pundakku dan berkata, “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataan-Mu” (Lukas 1: 38).
Ya Bunda, kepasrahan adalah kemenangan. Justru di sinilah jalan Tuhan menjadi lebih terang. Syukur dan terima kasih, ya Bunda.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

