Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus 5:16).
“Sudah doa belum? Rajin berdoakah? Senangkan bisa berkomunikasi dengan Tuhan?” Jika jawabanmu, “Sudah, tentu, dan senang”, maka kata-kata dari Santo Yakobus di atas terwujud dalam hidupan kita. Sekarang, tinggal menantikan berkat-Nya.
Jika direnungkan lebih lanjut berkat dari doa orang yang benar itu banyak sekali.
Doa orang benar …
- Mendekatkan mereka kepada Allah. Jika kita merasa dekat dengan Allah. Ini tandanya, “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka (Ibrani 7:25).
- Membuka jalan bagi kehidupan yang penuh dengan Roh. Mengagetkan! Yang diberikan jauh lebih besar dari yang kita minta. Ini buktinya: “Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Lukas 11:13).
- Mendatangkan kuasa untuk melayani. Itu namanya doa yang berbuah. Buahnya itu, ya, pelayanan. Tidak bisa mengelak lagi. Ini perintahnya, “Tapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Para Rasul 1:8). Benar-benar ladang Tuhan untuk melayani itu amat luas. Kita diutus menjadi pekerja di ladang-Nya.
- Membangun secara rohani. Sehingga 3 pertanyaan di atas itu diajukan, karena anugerah Allah yang luar biasa. Doa itu ibarat kita sedang membangun rumah rohani dan kita yang akan menghuninya. Tidak mungkin kita membangun rumah rohani yang asal-asalan dan tidak indah. Penegasannya, “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku, yang terkasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus” (Yudas 1:20).
- Membawa kesembuhan. Permohonan ini banyak diminta, termasuk untuk mendoakan mereka yang sedang sakit. Memang banyak bukti, bahwa saudara-saudari kita yang sakit tertolong dengan doa-doa kita. Sehingga Santo Yakobus meneguhkan kita, “Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang yang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni” (Yakobus 5:15). Jika ada orang yang minta doa, segera didoakan, dan jangan ditunda.
- Membawa yang hilang kepada Kristus. Ini benar-benar mendesak. Kita telah kehilangan banyak saudara, teman, tetangga dan sahabat. Semoga kita disadarkan dengan tugas perutusan ini. “Ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa” (Yakobus 5:20). Tugas yang menarik, mari bergerak bersama.
- Akhirnya, dalam doa kita berani memasuki Rumah Allah. Kita sujud, diam dalam hening, menengadahkan tangan, memandang Dia dengan penuh syukur. Mari bersama pemazmur kita hadir di hadapanNya, “Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya” (Mazmur 100:4). Amin.
Rm. Petrus Santoso SCJ

