“Jika tidak ingin dikecewakan, kita jangan mengecewakan orang lain. Apalagi mengecewakan Tuhan Yesus, ketika kita menolak untuk diutus-Nya.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Berefleksi, selalu berefleksi diri agar kita setia dan komitmen dengan tugas perutusan kita saat dibaptis.
Dipilih untuk diutus. Kita bahagia, dikaruniai anugerah-Nya yang luar biasa, karena dipilih Tuhan Yesus (Yoh 15: 16-17).
Kita diutus untuk menghadirkan wajah kasih Tuhan dalam hidup keseharian, apa pun peran dan profesi kita. Dimulai dari lingkup yang terkecil: keluarga dan lingkungan tempat tinggal kita.
Menghadirkan wajah kasih Tuhan itu tidak mudah, karena kita harus berani menjauhi, bahkan menolak keegoan kita untuk mengalah dan mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang diri sendiri.
Faktanya, disadari atau tidak, kita acapkali mendulukan ego sendiri dengan segudang alasan, bahkan untuk pembenaran diri.
Kita asyik dengan kesibukan sendiri, sehingga malas, cuwek, dan tidak peduli untuk memberi teladan yang baik pada keluarga dan warga di sekitar kita. Bahkan kita sering abai membantu meringankan tugas dan pekerjaan istri di rumah.
Kita menghindar, bahkan menolak, ketika diminta untuk jadi pengurus lingkungan. Karena sibuk bekerja, tidak ada waktu, tidak mampu, dan seterusnya.
Pertanyaannya: mengapa menolak
meneruskan misi Tuhan Yesus, dan kita mengingkari janji baptis?
Padahal kita semua mempunyai waktu sama, yakni sehari 24 jam. Kita jadi bijaksana, ketika mampu mengelola dan memanfaatkan waktu dengan baik dan berguna bagi sesama.
Jadi alangkah naif, jika beralasan sibuk, tidak mempunyai waktu atau tidak mampu melalakukan tugas itu. Karena dalam menjalankan tugas itu, kita didampingi senior, bahkan disertai oleh Tuhan Yesus sendiri (Matius 28: 20).
Jawaban yang pasti itu dua, ya dan tidak. Atau mau dan tidak mau.
Jangan ragu dengan penyertaan dan untuk dipimpin Tuhan Yerus. Untuk mencari Kerajaan-Nya dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan pada kita (Matius 6: 33).
Saatnya kita dengan percaya diri dan menjawab tegas tugas perutusan dari Tuhan Yesus.
“Ya, Tuhan, saya siap, utuslah saya!” (Yesaya 6: 8).
Kita diutus untuk taat dan setia kepada-Nya.
…
Mas Redjo

