| Red-Joss.com | Yang dirindukan oleh umat di segala ujung bumi, di sudut kota dan desa itu tidak hanya pewarta-pewarta sabda Tuhan. Tapi, juga pelaku-pelaku sabda-Nya yang hebat.
Menjadi pewarta sabda yang hebat itu bisa dipelajari, selain karena talenta, bakat yang diberikan oleh Tuhan. Sedangkan menjadi pelaku sabda yang hebat itu dihidupi setiap hari. Tekun dan disiplin. Tidak ada waktu yang kosong untuk mengawali, menjalani, dan menutup hari kita dengan siraman sabda Tuhan.
Hari ini, Yesus memberikan kritikan yang keras kepada orang Farisi dan ahli Taurat dengan mengatakan, “Ikuti apa yang mereka ajarkan, tapi jangan ikuti tingkah lakunya.”
Kritikan sangat tajam. Mereka mengajar untuk bergaya dan mencari simpati. Mereka mengajar untuk meningkatkan popularitas dan memperoleh posisi terhormat, bahkan untuk mengumpulkan banyak uang. Yang jelas, mereka mengajarkan dengan tujuan bukan seperti yang dimaksudkan Tuhan. Sehingga ketika Yesus selesai berkotbah, reaksi dari orang-orang berbeda dan mereka mengatakan, “Dia mengajar dengan penuh kuasa, berbeda dengan orang Farisi dan ahli kitab dari kalangan mereka.”
Tidak hanya berhenti di situ tingkah aneh mereka. Karena mereka rebutan minta dipanggil sebagai Rabbi yang hebat. Mereka saling bersaing. Rebutan dipanggil Bapa atau Master yang hebat. Tetapi hal itu nyata, dan menggoda hati para pewarta itu.
Fakta yang sama juga menjangkiti kalangan para gembala. Tidak tersirat dalam bicara, tapi dari hati kecil yang tidak kelihatan itu ada ambisi yang tersimpan: ini dan itu yang menggoda.
Memang, yang namanya kuasa, kedudukan dan popularitas itu menyilaukan mata. Sebab di balik kuasa, kedudukan dan popularitas itu ada kehebatan. Sehingga kita melupakan, bahwa ketiga hal itu ada batasnya.
Sungguh tepat yang disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam Injil, bahwa yang hebat dan tidak terbatas itu adalah “Kita hanya mempunyai satu Rabbi, dan kita semua adalah saudara dan saudari. Kita hanya mempunyai satu Bapa dan satu Master, yaitu Kristus sendiri.” Tuhan yang menuntun kita menuju kepada kebenaran dan keselamatan. Jangan sampai pewarta-pewarta sabda-Nya zaman ini menciptakan kebenaran dan keselamatannya sendiri.
Sehebat apa pun kita menurut kaca mata dunia saat ini, tapi tetap yang hebat adalah Tuhan Yesus, yang telah memanggil kita untuk menjadi pewarta dan pelaku sabda-Nya. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

