| Red-Joss.com | Kisah para murid yang diutus berdua-dua oleh Tuhan Yesus selalu menarik perhatian.
Ada saja inspirasi yang didapatkan. Tuhan Yesus tidak mengutus dengan sembarangan. IA juga tidak mau coba-coba.
Sebelum diutus, mereka disiapkan dengan baik: pengetahuan, pengalaman iman, dan sikap hidup mereka cukup dan sudah pantas untuk menjadi pewarta sabda-Nya.
Area perutusan mereka juga berbeda-beda: baik di kota, desa, pinggir pantai, atas gunung, dan di dekat-dekat perbatasan. Semua tempat tidak ada yang boleh terlewatkan. Setiap orang dijamin pernah mendengarkan sabda-Nya.
Kenapa mereka diutus berdua-dua? Supaya mereka bisa mendengar dari dua sisi:
- Mendengarkan Sabda Tuhan.
- Mendengarkan pengalaman teman seperjalanannya.
Keduanya hal itu penting untuk menumbuhkan dan menguatkan pengalaman iman mereka. Karena cenderung, banyak yang suka omong, tapi sulit untuk mendengarkan. Sehingga mereka pergi diutus berdua-dua.
Mereka tidak boleh membawa banyak hal, mengapa? Karena yang diwartakan adalah Kabar Baik. Yang mendengarkan akan jadi orang baik. Jika mereka bertemu dengan orang yang baik, maka semua menjadi baik. Mereka memberi tanpa menantikan balasannya. Orang baik selalu murah hati dalam memberi. Bahkan, selalu memberi dengan hati yang gembira. Jadi, mereka pergi diutus tanpa ada keraguan di hati.
Tertarik untuk diutus oleh Tuhan Yesus? Jangan kuatir, ketika dibaptis, sesungguhnya kita diutus untuk mewartakan Kabar Gembira agar semakin banyak orang yang percaya, mengimani Yesus, dan diselamatkan-Nya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

