Menurut Kamu, Siapakah Aku ini?
(Lukas 9: 20)
Pertanyaan itu yang harus dijawab dan dipahami. Jawaban kita bukan mengenai benar atau salah, dan skornya tinggi atau rendah. Melainkan, jawaban kita berkaitan langsung dengan kesetiaan, ketegasan, komitmen, dan tentang panggilan kemuridan kita.
Di balik pertanyaan ini, ada motivasi yang kuat, yaitu tentang bagaimana kita menempatkan Tuhan Yesus dalam kehidupan kita. Jika kita sudah yakin betul, bahwa Tuhan Yesus sebagai “Jalan, Kebenaran dan Hidup” (Yohanes 14: 6), Ok! Kita lalu menjalani perjalanan iman itu dengan baik.
Sekarang dengan pertanyaan di atas, sebenarnya kita ikut diuji, sekali lagi bukan soal benar atau salah. Juga bukan soal dapat skor yang rendah atau tinggi. Ini benar-benar tentang jawaban personal kita tentang Tuhan Yesus. Lalu efeknya tampak pada relasi kita dengan Tuhan Yesus. Jika kita merasa makin percaya, dekat, mengasihi, dan makin taat, bahwa Dia yang menghantar keselamatan kita, maka jawaban yang diberikan itu mempunyai dampak yang besar bagi hidup kita.
Tuhan Yesus tidak akan pernah mengoreksi jawaban kita atau memberi skor untuk jawaban itu. Tapi Tuhan Yesus ingin tahu kesetian kita, ketegasan, komitmen, dan kebahagiaan kita sebagai murid-Nya. Jadilah murid Yesus Kristus yang taat dan setia!
Rm. Petrus Santoso SCJ

