“Mudah bersyukur dan percaya, karena Tuhan selalu memberi kita yang terbaik.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Ainul yaqin, kredo dari Bapak itu saya amini dengan segenap hati dan jiwa.
Ketika pagi itu saya berangkat ke kantor dengan mantab hati, meski istri was-was. Bahkan minta saya untuk tidak ke kantor, tapi mencari pekerjaan baru.
“Saya datang secara baik-baik, dan pamit juga dengan baik,” kata saya sambil membuat tanda salib, lalu menjalankan motor.
Bagaimana istri tidak merasa was-was, karena saya karyawan baru. Belum sebulan bekerja, musibah itu datang bersamaan. Anak opname dan jahitan kaki Ibu mertua yang dioperasi itu terbuka kembali, karena jatuh terpeleset. Sehingga saya terpaksa minta izin bekerja. Padahal saya sopir baru yang tugasnya mengirim barang-barang kantor.
Nasihat bijak Bapak menguatkan hati saya, “Jangan pernah mencari alasan untuk pembenaran diri. Lebih bijak bersikap jujur dan benar, karena hal itu akan menjauhkan kita dari penyesalan.”
Karena itu, meskipun tidak diminta oleh kantor, saya mengirimkan bukti foto anak yang diopname di RS dan kaki Ibu mertua yang luka. Jika Bos tidak mau tahu dan memahami, saya pun tanpa beban dan ikhlas.
Sesampai di kantor, saya bermaksud menemui pimpinan. Tapi ternyata Bos sudah di kantor, dan saya diminta ke ruangannya.
Saya menarik nafas panjang untuk menenangkan diri. Saya bayangkan Tuhan Yesus yang disalib agar hati saya diteguhkan dan sabar untuk menghadapi kenyataan, meskipun buruk dan pahit.
Ternyata Bos tidak marah. Dengan senyuman ia menanyakan keadaan anak saya. Hal itu membuat hati ini jadi lega.
“Syukurlah. Jika kau sudah siap benar untuk bekerja kembali…”
“Jadi saya …?!”
“Dipecat, maksudmu?” Bos senyum sambil menggoyangkan kepala. Ia lalu mengambil amplop dari laci meja. “Ini gajimu…”
Saya terperangah. Saya gigit bibir untuk menahan keharuan yang memberat di pelupuk mata.
“Banyak terima kasih, Pak.”
Bos tersenyum. Sekali lagi saya mengucapkan banyak terma kasih, lalu minta izin ke luar ruangan.
Saya mengambil kunci mobil box. Dada yang menyesak itu langsung longgar dan plong!
Tak henti saya mengucap syukur kepada Tuhan…
…
Mas Redjo

